Sumber: White House | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kemajuan masif dalam negosiasi dengan Iran, setelah serangkaian serangan militer yang melumpuhkan kekuatan tempur Teheran.
Dalam pernyataan resminya yang diunggah di Youtube White House Minggu (29/3) malam, Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan total 30 kapal minyak besar melewati Selat Hormuz.
Ia menyebut kebijakan Iran ini sebagai bentuk penghormatan dan komitmen dalam negosiasi AS dengan Iran yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
"Mereka setuju mengirim delapan kapal dua hari lalu, lalu menambah dua lagi menjadi 10. Hari ini, mereka memberikan lagi 20 kapal minyak sebagai upeti. Ini tanda penghormatan," ujar Trump.
Trump kembali menegaskan bahwa militer Amerika Serikat telah menghancurkan 158 kapal perang Iran, yang merupakan seluruh kekuatan angkatan laut Iran.
Selain itu ia juga mengklaim AS telah melumpuhkan angkatan udara dan sebagian besar aset rudal mereka.
Baca Juga: Donald Trump: Iran Lumpuh, Nato Macan Kertas, Deklarasikan Gulf of America
Trump mengklaim telah terjadi perubahan rezim secara otomatis karena para pemimpin sebelumnya telah meninggal dunia atau terluka parah.
Ia menyebut saat ini berhadapan dengan kelompok ketiga yang dianggap lebih masuk akal. Target utamanya tetap: memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
"Kami sudah mengakhiri kesepakatan nuklir era Obama yang buruk itu. Sekarang, mereka akan menyerahkan debu nuklirnya kepada kita. Jika tidak, mereka tidak akan punya negara lagi," tegasnya.
Ballroom Antipeluru
Di tengah ketegangan geopolitik, Trump juga memamerkan desain ballroom baru di Gedung Putih yang dia klaim akan menjadi yang termegah di dunia.
Proyek ini dibangun dengan spesifikasi teknis tingkat tinggi:
Pertama factor keamanan: Seluruh kaca menggunakan material antipeluru atau bulletproof tebal dan atap antidrone atau drone proof .
Kedua dari sisi arsitektur: Gedung Putih menggunakan kolom gaya Corinthian yang dipahat manual, setinggi bangunan asli Gedung Putih.
Ketiga dari pendanaan: Trump menegaskan tidak ada satu sen pun uang negara yang digunakan. Proyek ini didanai sepenuhnya oleh kantong pribadi Presiden Donald Trump dan beberapa donatur.
Baca Juga: Trump Sebut Iran Tak Pantas Tampil di Piala Dunia 2026, Singgung Soal Keamanan
Agenda Domestik
Di sisi domestik, Presiden Trump mendesak Senat untuk mengakhiri sistem filibuster guna meloloskan Save America Act. Terdapat lima poin krusial yang dipertahankan dalam agenda ini:
Pertama, Kewajiban Voter ID; Kedua, Bukti kewarganegaraan untuk pemungutan suara. Ketiga, Penghentian surat suara melalui pos (mail-in ballots), kecuali untuk militer dan difabel.
Keempat, Larangan pria bertanding di olahraga wanita. Dan kelima, larangan mutilasi anak melalui prosedur transgender.
Trump juga menyinggung situasi di Kuba yang disebutnya sebagai target berikutnya karena kegagalan rezim.
Namun, ia mengizinkan tanker minyak Rusia masuk ke Kuba demi kemanusiaan. "Rakyat mereka butuh penghangat dan pendingin, itu tidak akan mengubah fakta bahwa rezim mereka sudah selesai," pungkasnya.













