Sumber: White House | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - MIAMI. Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47, Donald J. Trump, memberikan pidato yang mengguncang panggung Future Investment Initiative (FII) di Miami, Jumat 27 Maret 2026.
Dalam pidato keduanya sebagai presiden petahana, Donald Trump menegaskan bahwa dominasi militer AS telah melumat kemampuan nuklir dan pertahanan Iran melalui rangkaian operasi militer yang presisi.
Trump mengungkapkan detail Operation Epic Fury dan "Operation Midnight Hammer" yang diklaim telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 lalu.
Baca Juga: Ketegangan Trump dan The Fed, Ini Pandangan CEO Bank of America Brian Moynihan
"Kami masuk di tengah malam, jam 1 pagi, tanpa bulan. Setiap bom menghantam titik sasaran, langsung ke lubang udara di pegunungan granit," tegasnya dalam pernyataan yang disiarkan langsung kanal Youtube White House Jumat (27/3). Trump memastikan Iran tidak akan lagi menjadi tukang gertak di Timur Tengah.
Teheran Lumpuh
Secara terperinci, Trump membeberkan skala kehancuran militer Iran: Pertama Angkatan Laut. Trump mengklaim seluruh armada laut Iran telah ditenggelam, termasuk kapal selam kebanggaan Soleimani yang terjerembap ke dasar teluk dalam hitungan menit oleh kapal selam serbu AS.
Kedua, Drone & Rudal: Amerika menyebut sebanyak 97% peluncur rudal Iran telah hancur. Dari 101 rudal yang diluncurkan Iran dengan kecepatan 2.500 mil per jam baru-baru ini, Trump mengklaim 100% berhasil disapu bersih oleh sistem pertahanan Patriot.
Baca Juga: CEO Bank of America Ungkap Risiko Stablecoin Berbunga terhadap Simpanan Perbankan
Hanya saja klaim Donald Trump ini tidak bisa diverifikasi karena fakta kehancuran besar di target-target serangan Iran baik di Israel maupun pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Ketiga, Trump menyebut militer AS masih memiliki daftar 3.554 target tambahan yang akan segera diselesaikan dan dia sebut sebagai, target tersisa.
Keempat, Trump juga mengklaim di tengah gempuran AS -Israel, Iran dilaporkan mulai mengiba untuk kesepakatan baru dengan mengirimkan 10 kapal minyak ke AS sebagai bentuk itikad negosiasi. Lagi-lagi klaim dari Trump ini tidak bisa diverifikasi oleh pihak independen, maupun media mainstream internasional.
Kritik NATO dan Aliansi Baru
Dalam pidato yang bernada satir, Trump juga menyebut NATO sebagai Macan Kertas alias Paper Tiger. Trump terang-terangan menyatakan kecewa karena aliansi Eropa tersebut enggan membantu saat operasi dimulai.
Sebaliknya, ia melontarkan pujian setinggi langit bagi pemimpin negara muslim seperti Arab Saudi yakni Putra Mahkota Mohammed bin Salman, lalu pemimpin Qatar (Amir Tamim), serta UAE, Bahrain, dan Kuwait yang dia sebut sebagai petarung sejati.
"Saudi, Qatar, UAE, mereka berdiri bersama kita. Mereka dihantam keras, tapi tetap tegak. Sementara NATO? Mereka bilang akan membantu setelah perang selesai. Itu memuakkan," cetus Trump. Ia juga menyerukan agar seluruh negara Timur Tengah segera bergabung dalam Abraham Accords.
Baca Juga: CEO Bank of America Beri Pesan untuk Gen Z yang Sulit Mencari Pekerjaan
Klaim 'Gulf of America'
Trump juga membuat klaim kontroversial terkait perubahan nama geografis. Ia menyatakan telah mengubah nama Teluk Meksiko menjadi "Gulf of America".
"Kami mendominasi 92% wilayah tersebut. Google Maps sudah mengubahnya dalam satu jam setelah keputusan pengadilan," klaimnya.
Di sisi domestik, Trump mengguyur kritik tajam kepada faksi Demokrat di Kongres yang mencoba menghentikan pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri atau Homeland Security.
Ia menegaskan mandat rakyat dari pemilu 2024—di mana ia memenangkan 87% wilayah (counties)—adalah untuk mengamankan perbatasan dan memerangi inflasi.
Tonton: AS Ajukan 15 Poin Perdamaian ke Iran, Perang Segera Berakhir













