kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 5.985   101,45   1,72%
  • KOMPAS100 779   15,05   1,97%
  • LQ45 589   10,74   1,86%
  • ISSI 207   4,02   1,97%
  • IDX30 333   6,16   1,88%
  • IDXHIDIV20 409   7,10   1,77%
  • IDX80 88   1,69   1,95%
  • IDXV30 111   2,40   2,20%
  • IDXQ30 107   1,96   1,87%

Tuai pujian, Taiwan mengonfirmasi nol kasus baru virus corona


Selasa, 14 April 2020 / 15:00 WIB
ILUSTRASI. Siswa sekolah menengah mengenakan masker untuk melindungi diri mereka dari penyakit virus corona (COVID-19) saat mengambil foto upacara pengibaran bendera di Chiang Kai Shek Memorial Hall di Taipei, Taiwan, 11 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TAIPE. Taiwan pada Selasa (14/4) melaporkan tidak ada kasus baru virus corona untuk pertama kali dalam lebih dari sebulan terakhir. Ini tanda terbaru bahwa metode pencegahan awal dan efektif di wilayah itu telah terbayar.

Taiwan telah mendapatkan pujian dari para pakar kesehatan atas upaya mereka melawan virus corona. Termasuk, mulai 31 Desember 2019 memeriksa penumpang yang datang dari Kota Wuhan, China, tempat virus terdeteksi pertama kali akhir tahun lalu.

Hingga saat ini, Taiwan telah melaporkan 393 kasus dan enam kematian akibat virus corona. Sebanyak 338 di antaranya merupakan kasus impor, yang diduga terinfeksi di luar negeri sebelum memasuki Taiwan. Sisanya kasus transmisi lokal.

Baca Juga: China perketat pemeriksaan di perbatasan Rusia dan setuju uji coba vaksin corona

"Tentu saja, kami berharap (pandemi) ini telah berlalu," kata Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung seperti dikutip Reuters. "Tapi, kita masih harus waspada. Tentu saja, kita merasa bahagia karena tidak ada kasus baru hari ini".

Chen mengatakan, terakhir kali Taiwan melaporkan tidak ada kasus baru pada 9 Maret. Setelah itu, jumlahnya meningkat untuk beberapa waktu dengan orang-orang kembali ke pulau itu dari tempat-tempat yang sekarang terhuyung-huyung oleh virus di Eropa dan Amerika Serikat.




TERBARU

[X]
×