CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.396.000   10.000   0,72%
  • USD/IDR 16.295
  • IDX 7.288   47,89   0,66%
  • KOMPAS100 1.141   4,85   0,43%
  • LQ45 920   4,23   0,46%
  • ISSI 218   1,27   0,58%
  • IDX30 460   1,81   0,40%
  • IDXHIDIV20 553   3,30   0,60%
  • IDX80 128   0,57   0,44%
  • IDXV30 130   1,52   1,18%
  • IDXQ30 155   0,78   0,50%

Tujuan dan Latar Belakang Dibentuk ASEAN, Serta 5 Negara Pendiri ASEAN


Selasa, 08 Agustus 2023 / 17:45 WIB
Tujuan dan Latar Belakang Dibentuk ASEAN, Serta 5 Negara Pendiri ASEAN
ILUSTRASI.


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Tujuan dibentuknya ASEAN, lima negara pendiri ASEAN, dan latar belakang terbentuknya ASEAN akan dijelaskan dalam artikel ini. HUT ASEAN 2022 diperingati pada Senin, 8 Agustus 2023. Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN adalah organisasi antar negara kawasan Asia Tenggara.

ASEAN berdiri pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Ada lima negara pendiri ASEAN di antaranya adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. 

Tujuan dibentuknya ASEAN pun tercantum dalam Deklarasi Bangkok. Salah satu tujuan dibentuknya ASEAN adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan. Ini untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai. 

Lantas, seperti apa sejarah ASEAN dan tujuan dibentuknya ASEAN? 

Baca Juga: HUT ASEAN ke-62 Tahun 2023: Sejarah, Tujuan, dan Negara-Negara Pendiri ASEAN

Sejarah ASEAN dan lima negara pendiri ASEAN 

Lima negara pendiri ASEAN

Lima negara pendiri ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok. 

Mengutip laman resmi Sekretariat Nasional ASEAN, latar belakang terbentuknya ASEAN adalah keinginan kuat dari para pendirinya untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera. 

Hal tersebut mengemuka karena situasi di kawasan pada era 1960-an berhadapan dengan situasi rawan konflik.  Misalnya, perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antarnegara di kawasan. Jika ini dibiarkan, jelas bisa mengganggu stabilitas kawasan sehingga menghambat pembangunan. 

Dirangkum dari laman Kementerian Luar Negeri, pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, lima negara pendiri ASEAN mengirimkan wakilnya untuk menindaklanjuti Deklarasi Bersama dengan melakukan pertemuan dan penandatangan Deklarasi ASEAN (The ASEAN Declaration) atau yang dikenal dengan Deklarasi Bangkok (Bangkok Declaration). 

Baca Juga: Lima Negara Pendiri ASEAN, Sejarah Berdiri, dan Tanggal Berdirinya ASEAN

Wakil dari lima negara pendiri ASEAN adalah Menteri Luar Negeri Indonesia (Adam Malik), Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan dan Menteri Pembangunan Nasional Malaysia (Tun Abdul Razak), Menteri Luar Negeri Filipina (Narciso Ramos), Menteri Luar Negeri Singapura   (S. Rajaratnam), dan Menteri Luar Negeri Thailand (Thanat Khoman). 

Isi Deklarasi Bangkok itu adalah sebagai berikut: 

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara; 
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional; 
  • Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi; 
  • Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada; 
  • Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara. 

Ditandatanganinya Deklarasi Bangkok tersebut, membuat organisasi kawasan yang diberi nama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) telah resmi berdiri. 

Negara-negara anggota ASEAN, berdasarkan tanggal menjadi anggota, adalah Indonesia (8 Agustus 1967), Malaysia (8 Agustus 1967), Singapura (8 Agustus 1967), Thailand (8 Agustus 1967), Filipina (8 Agustus 1967), Brunei Darussalam (8 Januari 1984), Vietnam (28 Juli 1995), Laos (23 Juli 1997), Myanmar (23 Juli 1997), dan Kamboja (30 April 1999).

Tujuan dibentuknya ASEAN 

Tujuan dibentuknya ASEAN

Tujuan pembentukan ASEAN seperti yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok adalah untuk: 

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan. Ini untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai. 
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara-negara di kawasan ini, serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. 
  • Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang-bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
  • Saling memberikan bantuan dalam bentuk saran-sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang pendidikan, profesi, teknik, dan admistrasi. 
  • Bekerjasama secara lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri mereka, memperluas perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi internsional. Juga, memperbaiki sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi serta meningkatkan taraf hidup rakyat mereka. 
  • Memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara. 
  • Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan berbagai organisasi internasional dan regional yang mempunyai tujuan yang serupa. Dan, untuk menjajaki segala kemungkinan untuk saling bekerja sama secara erat di antara mereka sendiri. 

Nah, itulah lima negara pendiri ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok. Serta tujuan dibentuknya ASEAN yang didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. 

Selanjutnya: Suka makan di McDonald's? Ini kisah tragis pendirinya

Menarik Dibaca: IHSG Turun 0,25% ke 6.868 Selasa (8/8), BMRI Kembali Direkomendasikan Analis




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligence with Ms Excel Sales for Non-Sales (Sales for Non-Sales Bukan Orang Sales, Bisa Menjual?)

[X]
×