kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Uni Eropa denda Maskapai China dan India


Sabtu, 18 Mei 2013 / 09:30 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memimpin upacara HUT TNI di Istana Merdeka, Selasa (5/10).  Presiden sebut pengendalian pandemi jadi kunci pemulihan ekonomi pada 2022.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Komisi Uni Eropa menjatuhkan denda terhadap delapan maskapai China dan dua maskapai India karena tidak membayar greenhouse gas emissions selama terbang di wilayah Eropa.

Denda ini merupakan dampak dari Sistem Perdagangan Emisi Eropa atau Emissions Trading System (ETS) yang didesain untuk meminimalisir polusi karbon dioksida yang memicu pemanasan global.

Dikutip dari Kantor Berita AFP, Jumat (17/5), aturan ETS itu sebenarnya telah mendapatkan protes dari Amerika dan China. Pertimbangannya adalah tidak selaras dengan prinsip-prinsip hukum internasional.

Ketika protes mengemuka, sebenarnya Brussel (kantor pusat Komisi Uni Eropa) menunda pemberlakuan ETS bagi maskapai-maskapai non Eropa. Bahkan, solusinya akan dinegosiasikan pada bulan September 2013 di International Civil Aviation Organization (ICAO).

Namun pada Jumat ini, ternyata maskapai non-Eropa tetap harus membayar skema tersebut. Delapan maskapai China akhirnya, diharuskan membayar total denda 2,4 juta euro, sementara dua maskapai India harus membayar total denda 30.000 euro.  (Haryo Darmono/Kompas.com)




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×