Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
SYDNEY. Angka pengangguran di Negeri Kanguru sepertinya bakal bertambah. Pasalnya, Goldman Sachs JB Were, yang merupakan afiliasi Goldman Sachs Group Inc, kemungkinan akan merumahkan 5% karyawannya di Australia. Menurut salah satu sumber yang mengetahui detail rencana ini, saat ini Goldman Sachs JB tengah mereview strukturisasi timnya dan akan mulai melakukan pemangkasan mulai tahun depan.
Sayangnya, Juru Bicara Goldman Sachs JB Were Hayley Morris, menolak memberikan komentar mengenai pemangkasan ini.
Goldman Sachs JB Were saat ini memiliki sekitar 1.400 pekerja yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di dalamnya di Selandia Baru, London dan New York. Jika dilihat dari kepemilikan sahamnya, 45% saham JB Were dimiliki oleh Goldman, sedangkan sisanya dimiliki oleh partner JB Were.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di Australia saja. Goldman Sachs yang berbasis di New York sudah terlebih dulu memangkas 4.700 pekerjanya pada tahun lalu untuk mengurangi biaya operasional. Pada tahun yang sama, Goldman juga sudah diubah menjadi bank komersial dari perusahaan sekuritas dan menerima dana bailout dari Pemerintah AS sebesar US$ 10 miliar untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Catatan saja, pada tahun fiskal yang berakhir 28 November, bisnis Goldman di Asia membukukan rekor kerugian mencapai US$ 1,75 miliar dengan pendapatan sebesar US$ 827 juta. Namun sebaliknya, Goldman berhasil membukukan laba di Amerika sebesar US$ 3,37 miliar dengan pendapatan US$ 15,49 miliar. Sementara di Eropa, Goldman berhasil mencapai keuntungan sebesar 694 juta dengan pendapatan mencapai US$ 5,91 miliar.
Berdasarkan data Finance Sector Union of Australia, tahun 2008, industri finansial Australia memang mengerucut untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir. Hal ini disebabkan banyak bank-bank dan broker di Australia memecat lebih dari 5.000 pekerjanya.













