Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol bertemu dengan utusan dari negara-negara Teluk untuk memperkuat keamanan energi dan keselamatan kapal-kapal Korea di dekat Selat Hormuz.
Dalam Pernyataan Kementerian Keuangan yang dikutip Reuters Minggu (5/4/2026) menyebutkan, dalam pertemuan pada hari Jumat (3/4/2026), Koo meminta para duta besar Dewan Kerja Sama Teluk untuk memastikan pasokan minyak, gas alam cair, nafta, urea, dan sumber daya penting lainnya yang stabil, serta untuk memastikan keselamatan kapal dan awak Korea di dekat selat vital tersebut.
Para utusan mengatakan bahwa Korea Selatan adalah negara prioritas utama dan berjanji untuk berkomunikasi erat dengan Seoul untuk memastikan pasokan yang stabil, kata pernyataan itu.
Baca Juga: Kuwait: Drone Iran Menyerang Kompleks Minyak, Pembangkit Listrik & Kantor Pemerintah
Seperti negara-negara ekonomi Asia lainnya, Korea Selatan sangat bergantung pada impor energi, termasuk melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi 20% minyak dunia sebelum AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari.
Iran sejak itu secara efektif menutup jalur air tersebut, sehingga menaikkan harga energi dan memicu kekhawatiran akan resesi global.
Enam negara anggota GCC adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain.













