kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,81   2,76   0.34%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Unjuk rasa pasca ledakan di Lebanon meluas, PM Diab tawarkan solusi pemilu dini


Senin, 10 Agustus 2020 / 07:06 WIB
Unjuk rasa pasca ledakan di Lebanon meluas, PM Diab tawarkan solusi pemilu dini
ILUSTRASI. Unjuk rasa pasca ledakan di Lebanon meluas, PM Diab tawarkan solusi pemilu dini. REUTERS/Mohamed Azakir TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Beirut. Krisis kepercayaan warga terhadap pemerintah terus berlanjut pasca ledakan di Lebanon. Warga Lebanon terus menggelar unjuk rasa yang ingin pemerintahan direformasi. Perdana Menteri Hassan Diab menawarkan solusi guna mengatasi krisis kepercayaan warga Lebanon.

Dilansir Associated Press pada Minggu (9/8/2020), Diab menyampaikan gagasan pemilu dini dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam waktu setempat (8/8/2020). Ide pemilihan dini tersebut, mengharuskan semua partai politik mengesampingkan ketidaksepakatan di antara mereka. Selain itu, ia juga menyampaikan kesanggupannya untuk tetap menjabat selama 2 bulan akan memberikan waktu bagi politisi mengerjakan reformasi struktural.

Baca juga: Sebelum dijual untuk umum, mobil Maung Pindad akan dijual ke instansi ini

Namun, tawaran itu tidak akan mungkin bisa meredakan amarah warga yang sudah pada puncaknya kecewa dengan sistem pemerintahan yang salah dan korup. Selain itu, ide Diab juga diperkirakan dapat memicu diskusi panjang tentang UU pemilu di tengah seruan untuk memperkenalkan perubahan terhadap sistem perwakilan berbasis sektarian di negara tersebut, yang telah mengakar lama.

Setelah demonstrasi diiringi dengan huru-hara yang terjadi, pada Minggu (9/8/2020), Menteri Informasi Lebanon, Manal Abdel Samad mengundurkan diri dari jabatan. Pengunduran diri menteri informasi itu terjadi menjelang waktu konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Prancis, Emmanuel Macron, dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang bertujuan menyatukan para donor internasional untuk memasok bantuan darurat dan peralatan ke Lebanon, pasca ledakan dahsyat di Beirut.

Pada hari itu, duta besar Perancis untuk Lebanon mengatakan negaranya mengambil bagian dalam penyelidikan ledakan di Beirut pada Selasa lalu (4/8/2020). Bruno Foucher menulis pesan melalui Twitternya bahwa 46 petugas beroperasi sebagai bagian dari penyelidikan yudisial.

Penyelidikan itu dimulai oleh jaksa penuntut Perancis setelah seorang warga negara Perancis, Jean-Marc Bonfils, tewas dalam ledakan itu dan lainnya terluka. Foucher menerangkan dalam unggahannya, bahwa langkah Perancis itu adalah "jaminan ketidakberpihakan dan kecepatan" dalam penyelidikan ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Krisis Kepercayaan di Lebanon, Perdana Menteri Tawarkan Ide Pemilihan Dini",

Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka Pradita Sicca

 




TERBARU

[X]
×