kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

AS Dukung Hak Pakistan Membela Diri di Tengah Konflik dengan Taliban Afghanistan


Sabtu, 28 Februari 2026 / 11:22 WIB
AS Dukung Hak Pakistan Membela Diri di Tengah Konflik dengan Taliban Afghanistan


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan dukungan terhadap hak Pakistan untuk membela diri dari serangan yang dikaitkan dengan penguasa Taliban di Afghanistan. Pernyataan ini muncul setelah Islamabad menyebut konflik terbaru antara kedua negara sebagai “perang terbuka”.

Di sisi lain, Taliban pada Jumat menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi menyusul serangan udara Pakistan terhadap posisi mereka di sejumlah kota besar.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa Washington mendukung hak Pakistan untuk mempertahankan diri dari serangan Taliban, yang dikategorikan sebagai kelompok teroris global yang ditetapkan secara khusus.

Diplomat AS, Allison Hooker, mengungkapkan melalui platform X bahwa dirinya telah berbicara dengan Sekretaris Luar Negeri Pakistan, Amna Baloch, pada hari yang sama.

Baca Juga: Pakistan Bombardir Kabul, Taliban Siap Negosiasi di Tengah Ancaman Perang Terbuka

Ketimpangan Militer dan Risiko Eskalasi

Pakistan, yang merupakan negara bersenjata nuklir dan memiliki kekuatan militer jauh lebih unggul dibanding Afghanistan, menghadapi lawan yang berpengalaman dalam perang gerilya. Taliban telah ditempa oleh konflik panjang melawan pasukan pimpinan AS sebelum kembali berkuasa pada 2021, setelah penarikan pasukan Washington.

Pakistan juga berstatus sebagai sekutu utama non-NATO bagi Amerika Serikat. Sementara itu, Washington tetap menganggap Taliban Afghanistan sebagai organisasi teroris.

Pemicu Konflik Terbaru

Kekerasan terbaru dipicu oleh serangan udara Pakistan ke wilayah Afghanistan pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut memicu aksi balasan Taliban di sepanjang perbatasan pada Kamis, memperparah ketegangan lama antara kedua negara.

Baca Juga: AS Tambah Pesawat Militer di Arab Saudi, Risiko Konflik Iran Meningkat?

Islamabad menuduh Kabul melindungi militan Taliban Pakistan, klaim yang dibantah Afghanistan. Kabul justru menilai Pakistan berupaya mengalihkan perhatian dari kegagalan keamanan domestiknya sendiri.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya memantau eskalasi konflik ini dan menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa.

Kedua pihak melaporkan kerugian besar dalam pertempuran. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, bahkan menyebut situasi saat ini sebagai “perang terbuka”.

Washington juga menyoroti kegagalan Taliban dalam memenuhi komitmen kontra-terorisme, serta memperingatkan bahwa kelompok-kelompok militan terus memanfaatkan wilayah Afghanistan sebagai basis peluncuran serangan.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×