Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan dukungan terhadap hak Pakistan untuk membela diri dari serangan yang dikaitkan dengan penguasa Taliban di Afghanistan. Pernyataan ini muncul setelah Islamabad menyebut konflik terbaru antara kedua negara sebagai “perang terbuka”.
Di sisi lain, Taliban pada Jumat menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi menyusul serangan udara Pakistan terhadap posisi mereka di sejumlah kota besar.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa Washington mendukung hak Pakistan untuk mempertahankan diri dari serangan Taliban, yang dikategorikan sebagai kelompok teroris global yang ditetapkan secara khusus.
Diplomat AS, Allison Hooker, mengungkapkan melalui platform X bahwa dirinya telah berbicara dengan Sekretaris Luar Negeri Pakistan, Amna Baloch, pada hari yang sama.
Baca Juga: Pakistan Bombardir Kabul, Taliban Siap Negosiasi di Tengah Ancaman Perang Terbuka
Ketimpangan Militer dan Risiko Eskalasi
Pakistan, yang merupakan negara bersenjata nuklir dan memiliki kekuatan militer jauh lebih unggul dibanding Afghanistan, menghadapi lawan yang berpengalaman dalam perang gerilya. Taliban telah ditempa oleh konflik panjang melawan pasukan pimpinan AS sebelum kembali berkuasa pada 2021, setelah penarikan pasukan Washington.
Pakistan juga berstatus sebagai sekutu utama non-NATO bagi Amerika Serikat. Sementara itu, Washington tetap menganggap Taliban Afghanistan sebagai organisasi teroris.
Pemicu Konflik Terbaru
Kekerasan terbaru dipicu oleh serangan udara Pakistan ke wilayah Afghanistan pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut memicu aksi balasan Taliban di sepanjang perbatasan pada Kamis, memperparah ketegangan lama antara kedua negara.
Baca Juga: AS Tambah Pesawat Militer di Arab Saudi, Risiko Konflik Iran Meningkat?
Islamabad menuduh Kabul melindungi militan Taliban Pakistan, klaim yang dibantah Afghanistan. Kabul justru menilai Pakistan berupaya mengalihkan perhatian dari kegagalan keamanan domestiknya sendiri.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya memantau eskalasi konflik ini dan menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa.
Kedua pihak melaporkan kerugian besar dalam pertempuran. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, bahkan menyebut situasi saat ini sebagai “perang terbuka”.
Washington juga menyoroti kegagalan Taliban dalam memenuhi komitmen kontra-terorisme, serta memperingatkan bahwa kelompok-kelompok militan terus memanfaatkan wilayah Afghanistan sebagai basis peluncuran serangan.













