kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

UPDATE: Trump Setuju Tangguhkan Pemboman Atas Iran selama 2 Minggu!


Rabu, 08 April 2026 / 05:50 WIB
Diperbarui Rabu, 08 April 2026 / 06:09 WIB
UPDATE: Trump Setuju Tangguhkan Pemboman Atas Iran selama 2 Minggu!
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia telah ‘setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama jangka waktu dua minggu. (REUTERS/Evan Vucci)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan luas terhadap infrastruktur sipilnya.

Pengumuman melalui media sosial itu menjadi contoh terbaru Trump yang mundur dari ancaman keras, setelah sebelumnya pada hari Selasa ia memperingatkan Iran bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Trump mengatakan kesepakatan tersebut bergantung pada persetujuan Iran untuk menghentikan blokade pasokan minyak dan gas melalui selat itu, yang biasanya menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global.

“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah!” tulis Trump di platform Truth Social miliknya seperti yang dikutip Reuters. “Alasan melakukan ini adalah karena kami sudah mencapai dan melampaui seluruh tujuan militer, dan kami sudah sangat jauh dalam mencapai Kesepakatan definitif mengenai PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, serta PERDAMAIAN di Timur Tengah.”

Trump mengatakan Iran telah mengajukan proposal 10 poin yang disebutnya sebagai “dasar yang bisa dijalankan” untuk negosiasi, dan ia memperkirakan kesepakatan itu akan “dirampungkan dan disahkan” selama masa gencatan senjata dua minggu tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (waktu setempat) meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan perpanjangan dua minggu atas tenggat waktu yang ia tetapkan kepada Iran untuk mengakhiri blokade terhadap minyak dari kawasan Teluk.

“Untuk memberi ruang bagi diplomasi agar dapat berjalan, saya dengan sungguh-sungguh meminta Presiden Trump memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu. Pakistan, dengan ketulusan penuh, meminta saudara-saudara Iran untuk membuka Selat Hormuz selama periode dua minggu sebagai bentuk itikad baik,” kata Sharif dalam unggahannya di X.

Melansir Reuters, Trump telah memberi Iran waktu hingga pukul 8 malam EDT (0000 GMT) di Washington, atau pukul 3:30 pagi di Teheran, untuk mengakhiri blokade terhadap minyak dari kawasan Teluk, atau menghadapi ancaman bahwa AS akan menghancurkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Bervariasi: WTI Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 2022

Sharif mendesak semua pihak yang bertikai untuk mematuhi gencatan senjata di seluruh wilayah selama dua minggu agar diplomasi dapat mencapai penghentian perang secara tuntas.

Ia menambahkan bahwa upaya diplomatik untuk menyelesaikan perang secara damai berjalan stabil, kuat, dan semakin intens, dengan potensi menghasilkan hasil substansial dalam waktu dekat.

Sumber-sumber mengatakan kepada Reuters pada Selasa bahwa pembicaraan antara AS dan Iran berisiko gagal setelah Teheran melakukan serangan terhadap fasilitas industri di Arab Saudi.

Tonton: Israel Percepat Produksi Rudal Arrow, Siap Hadapi Serangan Iran

Pakistan selama ini menjadi perantara utama dalam penyampaian proposal antara Iran dan Amerika Serikat, namun hingga kini belum terlihat adanya tanda-tanda kompromi.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×