Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Petisi yang menyerukan agar Argentina didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026 mendadak viral media di dunia maya dan mengumpulkan lebih dari 23 juta tanda tangan.
Jumlah dukungan tersebut bahkan nyaris memecahkan rekor dunia sebagai petisi dengan jumlah penandatangan terbanyak sepanjang sejarah.
Petisi bertajuk "Argentina Out" muncul di tengah kontroversi yang mengiringi perjalanan Tim Tango hingga mencapai final Piala Dunia 2026.
Sejumlah suporter menilai Argentina beberapa kali diuntungkan oleh keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR).
Baca Juga: Pajak AS Bisa Pangkas Hadiah Juara Piala Dunia Spanyol hingga Rp268,5 Miliar
Kontroversi Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026
Gelombang protes mulai menguat sejak Argentina mengalahkan Mesir pada babak 16 besar.
Dalam pertandingan tersebut, Mesir sempat mencetak gol yang kemudian dianulir karena bek Argentina, Lisandro Martinez, dinilai lebih dulu dilanggar dalam proses terjadinya gol.
Kontroversi kembali muncul setelah Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina. Tim Mesir meyakini gol tersebut seharusnya dibatalkan karena Mohamed Salah lebih dulu dilanggar dalam proses serangan.
Kontroversi kembali muncul setelah Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina. Tim Mesir meyakini gol tersebut seharusnya dibatalkan karena Mohamed Salah lebih dulu dilanggar dalam proses serangan.
Perdebatan juga berlanjut saat Argentina menghadapi Swiss di perempat final. Penyerang Swiss, Breel Embolo, menerima kartu merah setelah peninjauan VAR, keputusan yang kembali memicu kritik dari banyak pendukung sepak bola.
Masih berlanjut, sebagian penggemar juga menilai Argentina kembali mendapat keuntungan dari kepemimpinan wasit ketika menyingkirkan Inggris pada babak semifinal.
Baca Juga: 10 Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Ikut Tersalip
Isi Petisi "Argentina Out"
Petisi yang muncul di situs argentinaout.org tersebut dibuat dengan tuduhan bahwa FIFA dan perangkat pertandingan dianggap menunjukkan keberpihakan kepada Argentina, termasuk kepada kapten mereka, Lionel Messi.
Mengutip GiveMeSport, isi petisi tersebut berbunyi:
"Mengapa tim-tim lain masih harus bermain di turnamen ini jika pemenangnya sudah diketahui sejak awal? Keluarkan Argentina dari Piala Dunia dan berikan kesempatan yang adil bagi semua peserta."
Setelah Spanyol mengalahkan Argentina di final, penyelenggara menutup petisi tersebut dengan pesan singkat.
"FIFA mengabaikan kami, tetapi Spanyol menepati janjinya. Terima kasih, Spanyol."
Raih 23,3 Juta Tanda Tangan dari 170 Negara
Saat resmi ditutup, petisi "Argentina Out" telah mengumpulkan 23.316.108 tanda tangan yang berasal dari sekitar 170 negara.
Angka tersebut jauh melampaui target awal penyelenggara yang hanya menargetkan 5 juta tanda tangan.
RMC Sport mencatat, rekor petisi dengan jumlah penandatangan terbanyak masih dipegang kampanye "Jubilee 2000".
Petisi yang diluncurkan pada 1997 tersebut berhasil memperoleh lebih dari 24 juta tanda tangan sebagai dukungan terhadap penghapusan utang negara-negara termiskin di dunia menjelang pergantian milenium.
Baca Juga: 15 Rekor Baru di Piala Dunia 2026: Messi, Mbappe, hingga Rodri Cetak Sejarah













