kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wah! Microsoft ikut ramaikan pesta jejaring sosial


Kamis, 06 Desember 2012 / 10:59 WIB
ILUSTRASI. Contoh kamar tidur dengan gaya industrial. Foto: Instagram @justynakinvar


Reporter: Dyah Megasari |

NEW YORK. Setelah melakukan pengujian ilmiah secara tertutup, Microsoft akhirnya meluncurkan konten jejaring sosial untuk umum. Tepatnya Selasa lalu (4/12) semua orang bisa mengakses Socl, yang merupakan nama jejaring sosial tersebut.

Sebetulnya, Socl yang berasal dari kata Social sudah meluncur pada Mei 2012. Saat itu Socl hanya bisa dinikmati oleh karyawan dan mahasiswa yang terlebih diundang secara khusus.

Tapi mulai sekarang, semua orang bisa mengaksesnya melalui akun Microsoft atau Facebook. Proses sign up terbilang mudah karena hanya menggabungkan akun mereka dengan Socl.

Jika penggabungan berjalan mulus, pengguna langsung bisa berbagi konten seperto foto, video, link dan dapat mengomentari posting pengguna lain.

Perbedaan dengan jejaring sosial lainnya, melalui Socl pengguna bisa mencari berbagai informasi tentang laman website. Hampir mirip dengan Facebook, www.so.cl juga memiliki notifikasi atau pemberitahuan aktivitas. Banyak yang menilai, media sosial ini lebih mirip Pinterest ketimbang Facebook.

Sosial media besutan Microsoft ini juga mengadopsi sistem pertemanan twitter yang menggunakan following dan followers dalam hal menambahkan teman.

Meski jejaring sosial makin ramai dengan hadirnya Socl, apakah Microsoft tidak terlambat datang ke pesta? Belajar dari Google+ yang ramai di awal namun lambat laun gaungnya kurang terdengar.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×