CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

WHO: Data awal menunjukkan efek varian Omicron lebih ringan dari Delta


Kamis, 09 Desember 2021 / 09:54 WIB
WHO: Data awal menunjukkan efek varian Omicron lebih ringan dari Delta
ILUSTRASI. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Fabrice Coffrini/Pool via REUTERS/File Photo


Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data awal menunjukkan varian virus corona Omicron mungkin lebih mudah menginfeksi ulang orang yang sudah memiliki virus atau telah divaksinasi daripada varian sebelumnya, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Data yang muncul dari Afrika Selatan menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan pada hari Rabu, seraya menambahkan beberapa bukti bahwa Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta.

Namun dia menekankan lebih banyak data diperlukan sebelum menarik kesimpulan tegas, dan mendesak negara-negara di mana pun untuk meningkatkan pengawasan mereka untuk membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana perilaku Omicron.

Penilaian yang penuh harapan datang ketika kekhawatiran global tumbuh atas varian yang sangat bermutasi, yang telah memaksa puluhan negara untuk menerapkan kembali pembatasan perbatasan dan meningkatkan kemungkinan kembalinya penguncian yang menghukum secara ekonomi.

Baca Juga: WHO soal Omicron: Jika negara menunggu Rumah Sakit mulai penuh, sudah terlambat!

Bahkan jika ternyata Omicron menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah, Tedros memperingatkan agar tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap virus tersebut. “Kepuasan apa pun sekarang akan menelan korban jiwa,” dia memperingatkan.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan setuju, menunjukkan bahwa sejauh ini data menunjukkan varian tersebut "mentransmisikan secara efisien, dan mungkin lebih efisien mentransmisikan bahkan daripada varian Delta," ujarnya.

“Itu tidak berarti bahwa virus itu tidak bisa dihentikan,” katanya. 

“Tapi itu berarti virus lebih efisien dalam menularkan antar manusia. Dan, oleh karena itu, kita harus menggandakan upaya kita untuk memutus rantai penularan itu untuk melindungi diri kita sendiri demi melindungi orang lain,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×