kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.757   13,00   0,07%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

WHO Meminta Negara Menaikkan Pajak Alkohol, Rokok dan MInuman Berpemanis


Kamis, 03 Juli 2025 / 22:14 WIB
ILUSTRASI. A view shows The World Health Organization (WHO) headquarters in Geneva, Switzerland, January 28, 2025. REUTERS/Denis Balibouse


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. World Health Organization (WHO) mendorong negara menaikkan harga rokok, alkohol, dan minuman manis hingga 50% dalam 10 tahun ke depan. Lembaga ini menyarankan langkah tersebut diambil lewat kebijakan perpajakan. 

Menurut WHO, ini demi mengatasi masalah kesehatan kronis di seluruh dunia.  WHO menyebut, pajak kesehatan bisa membantu mengurangi konsumsi produk tersebut. 

Rokok, alkohol, dan minuman manis terbukti berkontribusi terhadap berbagai penyakit, seperti diabetes dan kanker. Selain itu, pajak ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi negara, terutama di saat bantuan luar negeri berkurang dan utang publik naik. 

"Pajak kesehatan adalah alat paling efektif," kata Jeremy Farrar, Wakil Direktur Jenderal WHO Bidang Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit, seperti dikutip Reuters, kemarin. 

WHO memperkirakan, penerapan pajak ini bisa menghasilkan pendapatan US$ 1 triliun pada 2035. Ini berdasarkan pengalaman Kolombia dan Afrika Selatan. 


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×