kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45753,89   -6,43   -0.85%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

WHO: Negara dengan kasus corona tinggi perlu bersiap untuk pertempuran besar


Senin, 03 Agustus 2020 / 23:55 WIB
WHO: Negara dengan kasus corona tinggi perlu bersiap untuk pertempuran besar

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan, meskipun ada harapan yang besar pada vaksin virus corona baru, tetapi mungkin tidak akan pernah ada peluru perak untuk Covid-19.

Peluru perak merujuk solusi yang ekstrem dan cenderung instan yang bisa menyelesaikan masalah. Saat ini, lebih dari 18,14 juta orang di seluruh dunia sudah terinfeksi virus corona dan lebih dari 680.000 orang meninggal akibat Covid-19.

Melansir Reuters, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Kepala Kedaruratan WHO Mike Ryan mendesak semua negara untuk lebih ketat dalam memberlakukan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, social distancing, rajin mencuci tangan, serta tes virus.

"Pesan kepada semua orang dan pemerintah adalah lakukan (protoko) itu semua," kata Tedros dalam pengarahan rutin harian di kantor pusat WHO di Jenewa, Senin (3/8), seperti dikutip Reuters..

Baca Juga: Kasus corona dunia tembus 18 juta, benua Amerika sumbang infeksi terbanyak

"Sejumlah vaksin sekarang dalam uji klinis fase tiga dan kami semua berharap ada vaksin yang benar-benar efektif untuk mencegah infeksi. Namun, saat ini tidak ada peluru perak, dan mungkin tidak akan pernah ada," ungkap dia.

Lebih lanjut, Tedros menyebutkan, masker harus menjadi simbol solidaritas di seluruh dunia. Ia pun mengajak semua orang, tanpa terkecuali, untuk secara disiplin memakai masker.

Sejalan dengan itu, Ryan meminta negara-negara dengan jumlah kasus virus corona tinggi untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

"Negara dengan tingkat penularan tinggi, seperti Brasil dan India, perlu bersiap untuk pertempuran besar. Jalan keluarnya panjang dan membutuhkan komitmen yang berkelanjutan," ujarnya seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: WHO: Secara realistis, vaksin corona baru bisa digunakan tahun 2021

Pada pemaparan hari ini, WHO juga menyampaikan, tim investigasi yang mereka kirm ke China untuk meneliti asal virus corona belum kembali. Saat ini, WHO akan menyiapkan tim baru yang terdiri dari para ahli dari China dan negara lain untuk mempelajari asal usul virus di Kota Wuhan.

Selain itu, Tedros meminta para ibu yang terjangkit virus corona tetap rutin memberikan ASI pada bayi mereka di tengah masa pandemi. Ia mengungkapkan, ASI secara substansial memberi manfaat melebihi risiko infeksi virus corona..



TERBARU

[X]
×