WHO: Perhitungan korban meninggal akibat Covid-19 kurang signifikan

Jumat, 21 Mei 2021 | 20:37 WIB Sumber: Al Jazeera
WHO: Perhitungan korban meninggal akibat Covid-19 kurang signifikan

ILUSTRASI. WHO. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah kematian yang secara langsung atau tidak langsung dikaitkan dengan pandemi COVID-19 kemungkinan besar merupakan kurang signifikan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengatakan antara enam dan delapan juta orang mungkin telah meninggal sejauh ini. 

Hingga Jumat, lebih dari 3,4 juta kematian di seluruh dunia telah secara resmi dikaitkan dengan penyakit tersebut sejak pertama kali muncul di China pada akhir 2019.

Namun, menurut laporan statistik kesehatan global dari WHO yang dirilis pada hari yang sama, jauh lebih banyak orang yang meninggal daripada yang seharusnya.

Baca Juga: Tetap taati protokol kesehatan untuk menangkal pandemi Covid-19

Pada tahun 2020, laporan Statistik Kesehatan Dunia menemukan setidaknya ada tiga juta kematian lebih yang disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh COVID-19. Sekitar 1,2 juta lebih banyak dari yang dilaporkan secara resmi.

“Jumlah kematian setidaknya dua hingga tiga kali lebih tinggi dari yang dilaporkan secara resmi,” Samira Asma, asisten direktur jenderal WHO yang bertanggung jawab atas data, mengatakan kepada wartawan.

Ditanya berapa banyak kematian berlebih yang dapat dikaitkan dengan pandemi hari ini, Asma menjawab: "Saya pikir aman, sekitar enam hingga delapan juta kematian bisa diperkirakan, dengan catatan kehati-hatian."

WHO bekerja sama dengan negara-negara untuk memahami jumlah korban sebenarnya dari pandemi sehingga kami dapat lebih siap untuk keadaan darurat berikutnya.

Analis data WHO William Msemburi mengatakan perkiraan itu termasuk kematian COVID-19 yang tidak dilaporkan serta kematian tidak langsung karena kurangnya kapasitas rumah sakit dan pembatasan pergerakan.

Selanjutnya: Satgas Covid-19 sebut pemberian vaksin AstraZeneca selain Batch CTMAV547 dilanjutkan

 

Editor: Handoyo .

Terbaru