kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

WHO tidak sarankan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19, ini alasannya


Rabu, 08 Desember 2021 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. WHO tidak sarankan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19, ini alasannya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tidak menyarankan plasma konvalesen atau transfusi plasma darah dari seseorang yang telah pulih dari Covid-19 untuk pasien Covid-19.

Sebab, bukti saat ini menunjukkan, plasma konvalesen tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau mengurangi kebutuhan ventilator bagi pasien Covid-19. 

"Dan, itu (plasma konvalesen) mahal dan memakan waktu untuk diberikan (kepada pasien Covid-19)," kata WHO dalam pernyataan Selasa (7/12) yang diterima Kontan.co.id.

Rekomendasi WHO tersebut berdasarkan bukti dari 16 uji coba yang melibatkan 16.236 pasien dengan infeksi Covid-19 non-parah, parah, dan kritis.

Baca Juga: Seram, pandemi berikutnya diramal lebih mematikan daripada COVID-19

Menurut WHO, sebuah panel ahli internasional membuat rekomendasi kuat terhadap penggunaan plasma konvalesen pada pasien Covid-19 dengan penyakit tidak parah, yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ)

Mereka juga menyarankan untuk tidak memberikan plasma konvalesen pada pasien Covid-19 dengan penyakit parah dan kritis, kecuali dalam konteks uji coba terkontrol secara acak.

Hipotesis untuk menggunakan plasma konvalesen adalah antibodi yang dikandungnya bisa menetralkan virus corona baru, menghentikannya bereplikasi, dan menyetop kerusakan jaringan.

Beberapa penelitian yang menguji plasma konvalesen tidak menunjukkan manfaat nyata untuk pasien COVID-19 yang sakit parah. Uji coba yang berbasis di AS dihentikan pada Maret lalu setelah plasma tidak bisa membantu pasien COVID-19 ringan hingga sedang.




TERBARU

[X]
×