kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.790   25,00   0,14%
  • IDX 6.593   -7,03   -0,11%
  • KOMPAS100 859   -4,62   -0,53%
  • LQ45 652   -2,08   -0,32%
  • ISSI 229   -0,67   -0,29%
  • IDX30 365   -1,02   -0,28%
  • IDXHIDIV20 452   -0,13   -0,03%
  • IDX80 98   -0,47   -0,47%
  • IDXV30 125   -0,71   -0,56%
  • IDXQ30 117   -0,20   -0,17%

Won Korea Menguat Rabu (2/9), Rupiah dan Peso Tertekan terhadap Dolar AS


Rabu, 02 September 2026 / 09:39 WIB
Won Korea Menguat Rabu (2/9), Rupiah dan Peso Tertekan terhadap Dolar AS
ILUSTRASI. SOUTHKOREA-MARKETS/FOREX (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sejumlah mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (2/9/2026).

Namun, won Korea Selatan justru menguat, sementara rupiah Indonesia dan peso Filipina menjadi mata uang yang mengalami tekanan cukup besar.

Mengutip data Reuters pada pukul 02.13 GMT atau sekitar 09.13 WIB, won Korea Selatan menguat 0,19% menjadi 1.370,40 per dolar AS dari posisi sebelumnya 1.373,07.

Baca Juga: Militer AS Selesaikan Gelombang Serangan Terbaru ke Iran

Sebaliknya, rupiah melemah 0,28% menjadi Rp 17.760 per dolar AS dari Rp 17.710 per dolar AS. Peso Filipina bahkan turun 0,37% menjadi 62,634 per dolar AS dari 62,403.

Sejumlah mata uang Asia lainnya juga berada di bawah tekanan. Yen Jepang melemah 0,09% menjadi 160,32 per dolar AS, dolar Singapura turun 0,07% menjadi 1,274, dolar Taiwan melemah 0,26% menjadi 31,715, baht Thailand turun 0,17% menjadi 33,345, ringgit Malaysia melemah 0,14% menjadi 4,042, dan yuan China turun 0,05% menjadi 6,724 per dolar AS.

Sementara itu, rupee India bergerak stabil di 94,95 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Asia berlangsung di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya tekanan di pasar keuangan global akibat eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan geopolitik tersebut mendorong harga minyak dan imbal hasil obligasi global lebih tinggi sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Baca Juga: Gaji John Ternus Jadi CEO Apple Capai Rp1 Triliun, Ini Rinciannya

Rupiah Melemah 6,14% Sepanjang 2026

Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2025, rupiah menjadi salah satu mata uang Asia dengan pelemahan terdalam sepanjang tahun ini.

Hingga perdagangan Rabu (2/9), rupiah berada di level Rp 17.760 per dolar AS, melemah 6,14% dibandingkan posisi akhir 2025 di Rp 16.670 per dolar AS.

Peso Filipina mencatat pelemahan lebih dalam, yakni 6,12% dari 58,800 pada akhir 2025 menjadi 62,634 per dolar AS.

Baht Thailand juga melemah 5,68%, sedangkan rupee India turun 5,35%.

Sebaliknya, won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan. Won menguat 5,12% sepanjang 2026 dari 1.440,51 per dolar AS pada akhir 2025 menjadi 1.370,40.

Baca Juga: Kapal Induk AS Abraham Lincoln Singgah di Thailand, Pattaya Berharap Cuan

Yuan China juga menguat 3,93%, sementara dolar Singapura naik 0,93% dan ringgit Malaysia menguat 0,36%.

Tekanan terhadap mata uang Asia terjadi ketika dolar AS mendapat dukungan dari meningkatnya imbal hasil Treasury dan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS.

Pada saat yang sama, kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah meningkatkan risiko inflasi dan memberikan tekanan lebih besar terhadap mata uang negara-negara yang sensitif terhadap harga energi.

Sebelumnya, rupiah juga menjadi salah satu mata uang Asia yang paling rentan terhadap tekanan dolar AS dan harga energi tinggi.

Reuters mencatat posisi bearish terhadap rupiah sempat menjadi yang paling kuat dalam lebih dari tiga tahun pada Mei 2026.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×