kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.779   14,00   0,08%
  • IDX 6.586   -13,58   -0,21%
  • KOMPAS100 860   -3,79   -0,44%
  • LQ45 653   -1,44   -0,22%
  • ISSI 229   -0,97   -0,42%
  • IDX30 366   -0,50   -0,14%
  • IDXHIDIV20 453   0,72   0,16%
  • IDX80 98   -0,34   -0,35%
  • IDXV30 125   -0,32   -0,26%
  • IDXQ30 117   -0,01   -0,01%

Kapal Induk AS Abraham Lincoln Singgah di Thailand, Pattaya Berharap Cuan


Rabu, 02 September 2026 / 09:03 WIB
Kapal Induk AS Abraham Lincoln Singgah di Thailand, Pattaya Berharap Cuan
ILUSTRASI. Kapal Induk USS Abraham Lincoln - Perang Iran (via REUTERS/US Navy)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln tiba di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu (2/9/2026), setelah menghabiskan lebih dari 200 hari di laut, termasuk menjalani penugasan panjang di kawasan Timur Tengah.

Kedatangan kapal induk tersebut berlangsung di tengah laporan mengenai kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan mental awak kapal serta memburuknya kondisi di dalam kapal selama masa penugasan yang panjang.

Baca Juga: CEO Baru Apple John Ternus, Ini Kiprah dan Produk yang Pernah Ditanganinya

USS Abraham Lincoln membawa sekitar 5.000 personel yang terdiri dari pelaut dan Marinir AS. Menurut anggota parlemen AS dari Partai Demokrat, kapal tersebut mencatat rekor modern untuk jumlah hari berturut-turut yang dihabiskan di laut.

Pada kondisi normal, penugasan kapal Angkatan Laut AS biasanya berlangsung selama enam hingga sembilan bulan. Namun, periode penugasan dapat diperpanjang ketika militer terlibat dalam konflik.

Kapal induk tersebut tiba di Thailand bersama sejumlah kapal perang AS lainnya. Thailand menjadi satu-satunya mitra perjanjian pertahanan AS di kawasan Asia Tenggara daratan.

Berdasarkan keterangan pejabat Thailand, armada kapal perang AS akan berada di Thailand selama lima hari untuk memberikan kesempatan kepada para personel mendapatkan waktu istirahat dan pemulihan.

Baca Juga: Ekonomi Australia Melambat pada Kuartal II 2026, Namun Masih di Atas Ekspektasi

Dorong Ekonomi Pattaya

Kedatangan ribuan personel militer AS juga meningkatkan harapan terhadap dampak ekonomi bagi Pattaya, kota wisata yang berada tidak jauh dari Pelabuhan Laem Chabang.

Sekitar 40 bus disiapkan untuk mengangkut para personel militer dari Pattaya menuju pelabuhan tempat kapal-kapal AS bersandar.

Wali Kota Pattaya Poramase Ngampiches mengatakan, terdapat sejumlah tempat dan aktivitas yang dilarang diikuti oleh personel militer AS selama berada di Thailand.

"Personel dilarang mengikuti sejumlah tempat dan aktivitas, seperti semua jenis olahraga air, jet ski, bungee jumping, gulat, dan tinju," kata Poramase kepada Reuters.

Baca Juga: Imbal Hasil US Treasury Naik ke Level Tertinggi Hampir Tiga Tahun

Pemerintah Thailand juga meningkatkan pengamanan di Pattaya. Kepolisian akan melakukan patroli tambahan di sekitar kawasan pantai utama dan distrik hiburan malam kota tersebut.

Langkah tersebut dilakukan setelah penggerebekan pada akhir pekan yang menyebabkan sekitar 40 hingga 50 orang ditahan karena diduga terlibat dalam praktik prostitusi.

Industri seks memang ilegal di Thailand. Namun, aktivitas tersebut masih terlihat secara terbuka di sejumlah pusat pariwisata utama, termasuk beberapa kawasan di Bangkok dan Pattaya, meskipun pemerintah secara berkala melakukan penertiban.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×