kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Yield US Treasury Anjlok, Kekhawatiran Prospek AI Dorong Investor Cari Aset Aman


Kamis, 22 Oktober 2026 / 22:52 WIB
Yield US Treasury Anjlok, Kekhawatiran Prospek AI Dorong Investor Cari Aset Aman
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury merosot pada perdagangan Kamis (22/10/2026).

Pelemahan pasar saham dan kembali munculnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan pertumbuhan bisnis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendorong investor beralih ke aset yang dinilai lebih aman.

Penurunan imbal hasil terjadi ketika saham-saham teknologi kembali tertekan. Indeks Nasdaq merosot sekitar 2%, sementara saham Meta Platforms turun sekitar 6% setelah perusahaan melaporkan kinerja kuartalan dan mengumumkan penerbitan saham baru tanpa hak suara untuk mendukung ekspansi bisnis AI.

Baca Juga: Saham Meta Anjlok 5%, Investor Khawatir Belanja AI Tembus US$ 145 Miliar

Dalam beberapa hari terakhir, imbal hasil US Treasury cenderung menurun. Kekhawatiran mengenai perlambatan belanja AI dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi mulai mengalahkan sentimen dari data ekonomi yang menunjukkan tekanan inflasi masih bertahan.

Melansir Reuters, Co-chief investment officer Sage Advisory di Austin, Texas Thomas Urano mengatakan, investor sebelumnya telah memperhitungkan tekanan inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Namun, perubahan sentimen di pasar aset berisiko dan kondisi keuangan kini mendorong permintaan terhadap obligasi pemerintah AS.

"Pertarungan antara kekhawatiran energi dan inflasi dengan permintaan terhadap US Treasury sebagai aset aman terus berlangsung. Namun, dalam sepekan terakhir, terlihat pihak yang unggul. Arus perpindahan ke aset berkualitas tinggi kini mendominasi pasar Treasury," kata Urano.

Baca Juga: Wall Street Merosot Kamis (22/10), Nasdaq Anjlok 1,48% saat Kekhawatiran AI Kembali

Imbal hasil US Treasury turun tajam

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 12,3 basis poin (bps) menjadi 5,023%. Penurunan tersebut berpotensi menjadi yang terbesar dalam satu hari sejak 1 Agustus 2025.

Sebelumnya, imbal hasil tenor tersebut sempat menyentuh 5,3645% pada 7 Oktober 2026, level tertinggi sejak April 2002.

Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun juga turun 10 bps menjadi 5,337% dan berada di jalur penurunan harian terbesar sejak Februari 2025.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor dua tahun, yang lebih sensitif terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, merosot 10,7 bps menjadi 4,716%. Penurunan ini berpotensi menjadi yang terbesar sejak Agustus 2025.

Pergerakan tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap obligasi pemerintah AS di tengah ketidakpastian pasar saham. Ketika harga obligasi naik akibat meningkatnya permintaan, imbal hasilnya bergerak turun.

Baca Juga: Nestle Catat Pertumbuhan Penjualan 4%, Ditopang Lonjakan Volume

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menyusut

Di sisi kebijakan moneter, pelaku pasar semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan pekan depan.

Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga minimal 25 bps kini turun menjadi 10,5%, dari 27,7% sepekan sebelumnya dan 55,4% sebulan lalu.

Perubahan ekspektasi ini terjadi meskipun sejumlah data ekonomi masih menunjukkan tekanan harga. Investor tampaknya lebih mencermati perubahan kondisi pasar keuangan dan potensi dampak pelemahan investasi AI terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi pasar tenaga kerja, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran mingguan turun 6.000 menjadi 194.000, berdasarkan penyesuaian musiman. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 200.000.

Data itu mengindikasikan pasar tenaga kerja AS mungkin mulai menguat kembali setelah menunjukkan perlambatan pada September.

Sementara itu, pemerintah AS dijadwalkan melelang US$ 26 miliar obligasi Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) tenor lima tahun pada Kamis.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Tembus US$ 112, Tertinggi dalam Lima Bulan

Di pasar obligasi terkait inflasi, tingkat impas inflasi (break-even inflation rate) TIPS tenor lima tahun tercatat 2,384%, turun dari penutupan Rabu sebesar 2,413%, yang merupakan level penutupan tertinggi sejak 15 September.

Adapun tingkat impas inflasi TIPS tenor 10 tahun berada di 2,336%. Angka ini mencerminkan ekspektasi pasar bahwa inflasi AS rata-rata berada di sekitar 2,3% per tahun selama satu dekade mendatang.

Pergerakan imbal hasil US Treasury kini mencerminkan tarik-menarik antara kekhawatiran inflasi, prospek suku bunga, dan meningkatnya permintaan aset aman.

Di tengah ketidakpastian mengenai keberlanjutan investasi AI, arah pasar obligasi AS akan turut dipengaruhi perkembangan ekonomi dan sentimen investor terhadap aset berisiko.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×