kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Zelenskiy Minta Dukungan AS dan Eropa, Rudal Patriot Jadi Prioritas Ukraina


Jumat, 06 November 2026 / 15:51 WIB
Zelenskiy Minta Dukungan AS dan Eropa, Rudal Patriot Jadi Prioritas Ukraina
ILUSTRASI. Zelenskiy meminta dukungan AS dan Eropa untuk Ukraina. Pasokan rudal Patriot menjadi prioritas menghadapi serangan Rusia. (Agencja Wyborcza.pl via REUTERS/Jacek Marczewski/Agencja Wyborcz)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meminta negaranya menyesuaikan pendekatan diplomasi dengan perubahan peta politik Amerika Serikat (AS).

Langkah ini dinilai penting untuk mempertahankan dukungan Washington, terutama dalam memenuhi kebutuhan bantuan militer dan memperkuat pertahanan udara Ukraina menghadapi serangan Rusia.

Dalam wawancara yang disiarkan stasiun televisi Ukraina TSN pada Kamis (5/11), Zelenskiy mengatakan Kyiv perlu membangun komunikasi dengan konfigurasi politik baru di AS setelah pemilihan paruh waktu (midterm elections) mengubah peta kekuatan di Kongres.

Zelenskiy menilai Ukraina harus bergerak cepat untuk mempertahankan dukungan bipartisan dari Partai Demokrat maupun Partai Republik.

"Ukraina harus bergerak maju menuju infrastruktur politik baru di Amerika Serikat," kata Zelenskiy.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 12% Sepekan, Brent Kembali Tembus US$ 100

"Kita harus bergerak cepat. Tanpa diragukan lagi, kita harus menyatukan dukungan bipartisan yang kita dapatkan. Dengan memahami pergeseran kekuatan, kita harus membangun dialog dengan cara yang tepat. Saya yakin kita memiliki peluang untuk meningkatkan dukungan," ujarnya.

Upaya tersebut menjadi penting di tengah hubungan Zelenskiy dan Presiden AS Donald Trump yang sempat mengalami ketegangan. Salah satu momen yang memperburuk hubungan keduanya terjadi dalam pertemuan di Oval Office pada Februari 2025, ketika Zelenskiy dituding tidak menghargai bantuan yang telah diberikan Washington.

Ukraina membutuhkan tambahan paket bantuan untuk memperkuat kemampuan militernya. Zelenskiy juga menyebut terdapat bantuan senilai US$ 16 miliar yang menurutnya telah dijanjikan Washington, tetapi belum direalisasikan.

Rudal Patriot Jadi Prioritas Utama Ukraina

Di tengah perang melawan Rusia yang telah berlangsung lebih dari empat setengah tahun, Zelenskiy menegaskan bahwa penguatan pertahanan udara menjadi kebutuhan paling mendesak bagi Ukraina.

Salah satu prioritas utama adalah memastikan ketersediaan pasokan rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat.

"Jika kita tidak menyelesaikan masalah Patriot, situasinya akan menjadi sangat sulit bagi kita," kata Zelenskiy.

"Masalah ini dapat diselesaikan oleh Eropa, beberapa negara di luar Eropa dan, tentu saja, Amerika Serikat. Ini merupakan prioritas nomor satu," lanjutnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Departemen Luar Negeri AS pekan lalu menyetujui penjualan 500 rudal Patriot PAC-3 kepada Ukraina. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$ 2,1 miliar.

Meski demikian, pasokan rudal tersebut diperkirakan baru akan diterima Ukraina pada awal 2030-an. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kyiv untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara dalam jangka pendek.

Selain rudal Patriot, Zelenskiy juga berupaya memastikan Ukraina memiliki jumlah pesawat tempur F-16 yang cukup dan dapat beroperasi selama lima hingga enam bulan ke depan.

Baca Juga: Serangan Rusia Picu Pemadaman Listrik di Tujuh Wilayah Ukraina

Ukraina Bersiap Hadapi Serangan Rusia pada Musim Dingin

Kebutuhan penguatan pertahanan udara semakin mendesak karena Ukraina kembali menghadapi ancaman serangan Rusia terhadap sektor energi menjelang musim dingin.

Zelenskiy mengatakan kondisi di Kyiv menjadi yang paling sulit dibandingkan wilayah lainnya akibat ancaman serangan terhadap infrastruktur energi.

Di sisi lain, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang juga terus berjalan. Perundingan yang dipimpin Amerika Serikat dan melibatkan Ukraina serta Rusia dijadwalkan kembali berlangsung pekan depan di Abu Dhabi.

Zelenskiy, yang menghadiri pertemuan puncak Ibero-Amerika di Spanyol, mengatakan sejumlah pejabat Uni Eropa, NATO, dan AS juga tengah membahas proposal jaminan keamanan bagi Ukraina setelah konflik berakhir.

Pertemuan para pejabat tersebut berlangsung di Brussels pada pekan ini dan disebut telah menunjukkan sejumlah kemajuan.

Utusan khusus AS Jared Kushner melalui platform X menyebut pembicaraan tersebut berlangsung produktif dan substantif.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×