Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serangan udara besar-besaran Rusia menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai lebih dari 40 orang di Kyiv dan wilayah sekitarnya, Kamis (20/8/2026). Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menilai keterbatasan rudal pertahanan udara membuat korban jiwa terus berjatuhan.
Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia melancarkan serangan menggunakan puluhan rudal jelajah, rudal balistik dan hipersonik, serta 168 drone dalam serangan yang berlangsung hampir sembilan jam.
Ukraina mengklaim hampir 90% drone dan sebagian besar rudal jelajah berhasil ditembak jatuh. Namun, jumlah rudal balistik yang diluncurkan maupun yang berhasil dicegat tidak dirinci.
Zelenskiy menyebut serangan tersebut sebagai salah satu serangan paling besar dan terencana selama perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv dengan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal, Sedikitnya 18 Tewas
"Kami membutuhkan lebih banyak rudal pencegat Patriot. Setiap rudal tambahan menyelamatkan nyawa rakyat kami," kata Zelenskiy melalui Telegram.
Serangan menghantam sejumlah wilayah sipil di Kyiv. Bagian lantai atas sebuah gedung apartemen sembilan lantai di distrik Solomianskyi hancur. Secara keseluruhan, sekitar 30 bangunan tempat tinggal, sekolah, rumah sakit anak, dan taman kanak-kanak mengalami kerusakan.
Seorang warga juga tewas di wilayah sekitar Kyiv. Di lokasi gedung apartemen yang rusak, Reuters TV memperlihatkan seorang perempuan lanjut usia menangis ketika jenazah cucunya dibawa keluar oleh tim penyelamat.
Selain fasilitas permukiman, serangan turut merusak sejumlah gudang makanan dan fasilitas Palang Merah di sekitar Kyiv. Perusahaan energi DTEK menyatakan telah memulihkan pasokan listrik kepada sekitar 90.000 rumah tangga yang terdampak serangan.
Baca Juga: Rusia Luncurkan Serangan Besar ke Kyiv, Ukraina Hanya Cegat 1 dari 27 Rudal Balistik
Serangan juga menyasar sebuah perlintasan perbatasan dengan Moldova di wilayah Odesa. Kawasan tersebut menjadi jalur penting bagi ekspor pertanian Ukraina, yang dalam beberapa pekan terakhir turut terganggu akibat serangan Rusia terhadap pelabuhan dan kapal.
Zelenskiy Soroti Minimnya Rudal Patriot
Zelenskiy kembali mendesak negara-negara sekutu segera mengisi kembali persediaan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot. Menurut dia, sistem tersebut menjadi salah satu senjata penting Ukraina untuk menghadapi serangan rudal balistik Rusia.
Ia juga mengkritik respons internasional yang dinilai belum cukup kuat untuk menghentikan serangan Rusia.
"Sayangnya, respons dunia terhadap serangan seperti ini tidak selalu memadai," ujar Zelenskiy.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan tengah bekerja sama dengan negara anggota Uni Eropa dan mitra lainnya untuk menyediakan kemampuan pertahanan terhadap rudal balistik bagi Ukraina.
Baca Juga: Rusia Gempur Ukraina dengan Puluhan Rudal dan 168 Drone
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan diarahkan ke sejumlah fasilitas militer, termasuk fasilitas produksi komponen drone, gudang militer, dan pusat logistik di Kyiv serta wilayah sekitarnya.
Perang Meluas ke Infrastruktur Energi
Serangan Rusia tersebut terjadi ketika Ukraina juga meningkatkan serangan drone ke wilayah Rusia. Kyiv menargetkan fasilitas minyak dan infrastruktur logistik untuk mengganggu kemampuan Moskow memasok kebutuhan perang.
Otoritas Rusia melaporkan gangguan di sebuah kompleks industri di Nizhnekamsk, Tatarstan, sekitar 1.000 kilometer sebelah timur Moskow, setelah serangan drone Ukraina. Sejumlah apartemen warga juga dilaporkan rusak.
Militer Ukraina mengklaim telah menyerang kilang minyak TANECO dan terminal minyak di wilayah Krasnodar.
Dampak perang bahkan merembet ke wilayah negara lain. Sebuah drone jatuh di Romania, anggota NATO dan Uni Eropa, sementara drone lainnya dilaporkan jatuh di wilayah Moldova.
Baca Juga: AS dan Ukraina Capai Kesepakatan Politik untuk Produksi Rudal Patriot
Di tengah eskalasi serangan, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang juga belum menunjukkan kemajuan berarti. Zelenskiy sebelumnya mengatakan Ukraina telah menyerahkan proposal perdamaian kepada negosiator Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Kremlin mengatakan belum memperoleh informasi mengenai kemungkinan kunjungan Witkoff dan Kushner ke Moskow. Belum ada tanggal yang dikonfirmasi untuk rencana kunjungan mereka ke Ukraina.














