Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - YERUSALEM/DUBAI. Kasus upaya pembajakan pesawat flydubai oleh co-pilot, Kamis (1/10/2026), menimbulkan pertanyaan seputar motif dan latar belakang peristiwa tersebut. Penyelidikan atas kasus tersebut terus berjalan.
Reuters melaporkan, Kamis (1/10/2026), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pelaku sedang diselidiki di Arab Saudi, tempat pesawat mendarat di bandara Tabuk. Ia meyakini pelaku akan dibawa ke Uni Emirat Arab (UEA).
"Kami akan memantau dan mungkin juga berpartisipasi dalam penyelidikan ini," kata Netanyahu dalam wawancara dengan pembawa acara Fox News, Sean Hannity, seperti dilaporkan Reuters.
Saat ditanya apakah ada indikasi keterlibatan Iran, Netanyahu mengatakan masih terlalu dini untuk memastikannya. "Kami akan mengusut tuntas latar belakang pelaku ini, apakah ia memiliki kaki tangan, atau apakah Iran berada di baliknya. Saya rasa kita akan segera mengetahuinya," ujar Netanyahu.
Baca Juga: AS Minta Jerman dan Prancis Lepas Cadangan Solar, Atau Hadapi Larangan Ekspor
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan, informasi awal menunjukkan kopilot tersebut berniat menjatuhkan pesawat dan menyebutnya sebagai teroris. Kendati begitu, Netanyahu hanya menggambarkannya sebagai insiden keamanan yang serius.
Kantor berita negara UEA melaporkan, UEA telah memulai penyelidikan untuk mengungkap situasi dan motif serta menentukan apakah insiden tersebut terkait dengan aktivitas atau tujuan teroris, atau melibatkan perencanaan atau arahan sebelumnya.
Otoritas peradilan UEA memiliki yurisdiksi atas insiden tersebut karena pesawat itu terdaftar di UEA dan terbang dengan bendera UEA.
Pada Rabu (30/9/2026), seorang pejabat Israel mengidentifikasi pelaku penyerangan sebagai warga negara Oman. Pihak berwenang Oman belum memberikan komentar mengenai laporan tersebut.
Baca Juga: Arab Saudi Tolak Israel Evakuasi Penumpang Flydubai dengan Pesawat Militer
Sekadar mengingatkan, kopilot di pesawat flydubai penerbangan FZ1073 menikam kapten pesawat, yang saat itu sedang dalam perjalanan dari Dubai menuju Israel. Kopilot dikabarkan berniat menjatuhkan pesawat yang membawa lebih dari 170 orang tersebut.
Akibat serangan tersebut, pesawat sempat menukik turun hampir 14.000 kaki dalam waktu kurang dari 30 detik saat terbang di atas Arab Saudi. Bencana berhasil dihindari setelah kapten yang terluka berhasil membuka pintu kokpit.
Setelah pintu kokpit terbuka, penumpang dan para kru bisa melumpuhkan pelaku penyerangan. Kru cadangan yang berada di dalam pesawat kemudian bisa mendaratkan pesawat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.
Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan apa pun terkait penyelidikannya.














