kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

UEA Hentikan Transaksi Ekonomi dengan Iran, Ketegangan Teluk Kembali Memanas


Rabu, 19 Agustus 2026 / 18:34 WIB
UEA Hentikan Transaksi Ekonomi dengan Iran, Ketegangan Teluk Kembali Memanas
ILUSTRASI. Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan untuk menghentikan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga waktu yang belum ditentukan (Dok./Sport Legacy)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan untuk menghentikan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil setelah Abu Dhabi mendeteksi ancaman rudal dari Iran di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Langkah UEA kembali menyoroti hubungan yang selama ini berjalan rumit antara salah satu produsen minyak terbesar di kawasan Teluk tersebut dan Iran.

UEA merupakan sekutu dekat Amerika Serikat (AS) sekaligus salah satu kekuatan utama di kawasan Teluk. Negara tersebut menjadi negara Teluk yang paling terdampak serangan Iran pada tahap awal perang di Timur Tengah.

Namun, serangan terakhir yang dilaporkan terjadi di wilayah UEA berlangsung pada 4 Mei 2026, ketika pelabuhan Fujairah menjadi sasaran. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu pusat penting ekspor minyak UEA.

Keputusan untuk menghentikan hubungan komersial dengan Iran diumumkan setelah Kementerian Pertahanan UEA menyatakan telah mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran.

Baca Juga: 4.500 Garda Nasional Dikerahkan Trump ke Washington, Minim Tangani Kejahatan

Insiden tersebut menjadi pertama kalinya dalam beberapa bulan warga UEA menerima peringatan melalui telepon mengenai kemungkinan adanya ancaman serangan.

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan berdasarkan hasil penilaian, kedua rudal tersebut menargetkan “lalu lintas maritim”. Kedua rudal kemudian jatuh ke laut.

Pemerintah UEA selanjutnya mengirimkan peringatan melalui telepon kepada warga pada Selasa. Dalam pesan tersebut, pemerintah menyatakan situasi telah aman dan meminta masyarakat kembali menjalankan aktivitas secara normal setelah peringatan sebelumnya.

Iran membantah tuduhan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menolak pernyataan UEA yang menyebut rudal-rudal tersebut menargetkan lalu lintas maritim dan menyebut tuduhan itu “tidak berdasar.”

UEA Tegaskan Komitmen pada Dialog

Dubai, pusat perdagangan utama UEA, selama ini menjadi salah satu jalur ekonomi paling penting bagi Iran.

Meski mengambil langkah tegas dengan menghentikan transaksi ekonomi, pemerintah UEA menegaskan masih berkomitmen terhadap dialog dan kerja sama untuk menjaga stabilitas kawasan.

Afra Al Hameli, Direktur Departemen Komunikasi Strategis Kementerian Luar Negeri UEA, mengatakan negaranya tetap berkomitmen pada dialog dan kerja sama untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.

Menurut Al Hameli, seluruh perdagangan, pertukaran komersial, serta transaksi keuangan dengan Iran telah dihentikan menyusul eskalasi regional yang dinilai mengancam perdamaian dan keamanan regional maupun internasional.

Baca Juga: Bursa Saham Inggris Melemah, Inflasi Juli Naik Menjadi 2,9%

Sementara itu, Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden UEA, membantah rumor mengenai dukungan finansial Abu Dhabi terhadap Iran.

Dalam unggahan di media sosial X, Gargash menyebut rumor mengenai “pemberian fasilitas keuangan kepada Iran” sebagai “tidak benar dan merupakan bagian dari kampanye media yang dilakukan secara putus asa.”

UEA Terdampak Perang di Timur Tengah

UEA terseret ke dalam konflik regional yang lebih luas yang dimulai pada Februari 2026 setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Serangan Iran terhadap wilayah UEA berhenti pada Mei. Namun, serangan masih berlanjut di negara-negara tetangga seperti Kuwait dan Bahrain. Ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan juga belum sepenuhnya berhenti.

Pada Agustus, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), salah satu produsen energi terbesar dunia, mengatakan aktivitas perusahaan terdampak signifikan oleh serangan yang disebutnya tidak beralasan terhadap personel dan aset perusahaan.

ADNOC menyatakan tetap berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan meski beroperasi dalam “lingkungan yang sangat menantang.”

Perusahaan tersebut juga mengungkapkan bahwa sejumlah kapalnya telah menjadi sasaran serangan rudal dan drone ketika melintasi Selat Hormuz sejak konflik dimulai.

Selat Hormuz menjadi jalur strategis bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap pelayaran di jalur tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap pasokan minyak dan meningkatkan volatilitas harga energi dunia.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan, Pasar Cemas Selat Hormuz

Ketegangan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Baru

Peluncuran rudal yang oleh UEA dituding berasal dari Iran terjadi ketika periode 60 hari untuk pembicaraan perdamaian antara AS dan Iran berakhir tanpa tercapainya terobosan.

Berakhirnya periode tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali mengalami eskalasi.

Perang yang berlangsung sejak Februari telah mengganggu aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dan mengguncang pasar global.

Iran sendiri belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal-kapal ADNOC.

Namun, Garda Revolusi Iran sebelumnya telah mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz apabila kapal tersebut memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang menjadi lawan Teheran atau tidak mematuhi arahan Iran.

Keputusan UEA menghentikan seluruh transaksi ekonomi dan keuangan dengan Iran menambah tekanan terhadap hubungan kedua negara. Kebijakan tersebut juga berpotensi memperumit aktivitas perdagangan di kawasan, mengingat Dubai selama ini merupakan salah satu pusat perdagangan dan keuangan penting yang terhubung dengan perekonomian Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan pelayaran, perkembangan hubungan UEA-Iran menjadi perhatian pasar global, khususnya karena kawasan Teluk memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi dunia.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×