kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

4.500 Garda Nasional Dikerahkan Trump ke Washington, Minim Tangani Kejahatan


Rabu, 19 Agustus 2026 / 18:27 WIB
4.500 Garda Nasional Dikerahkan Trump ke Washington, Minim Tangani Kejahatan
ILUSTRASI. Pengerahan ribuan personel Garda Nasional Amerika Serikat (AS) ke Washington, D.C belum banyak terlihat dalam penanganan perkara kriminal serius. (DOK/oregonencyclopedia.org)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pengerahan ribuan personel Garda Nasional Amerika Serikat (AS) ke Washington, D.C., yang menjadi bagian dari upaya Presiden Donald Trump menekan angka kejahatan, ternyata belum banyak terlihat dalam penanganan perkara kriminal serius.

Reuters menemukan bahwa sejak pasukan tersebut dikerahkan pada Agustus tahun lalu, personel Garda Nasional hanya disebut dalam sekitar 1,3% perkara pidana yang diajukan ke Superior Court of the District of Columbia, pengadilan yang menangani hampir seluruh penuntutan pidana di Washington.

Temuan tersebut diperoleh Reuters setelah meninjau seluruh dokumen perkara pidana yang tersedia untuk publik di pengadilan serta mewawancarai pengacara, warga, anggota militer, dan pihak lain yang mengetahui aktivitas pasukan tersebut.

Salah satu kasus terjadi pada suatu malam pada musim semi tahun ini. Tiga polisi mendatangi sebuah klub malam setelah seorang pria terlihat menginjak-injak seorang perempuan muda yang tergeletak di trotoar. Polisi menghentikan serangan tersebut dan menangkap pelaku.

Namun, laporan polisi yang ditulis oleh petugas Xavier Jimenez mencatat keberadaan sekitar 15 anggota Garda Nasional yang sedang melakukan patroli rutin di lokasi tersebut.

"Di area tersebut terdapat sekitar 15 anggota Garda Nasional yang sedang melakukan patroli rutin, tetapi tidak mengambil tindakan apa pun," tulis Jimenez dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Bursa Saham Inggris Melemah, Inflasi Juli Naik Menjadi 2,9%

Kondisi itu menjadi gambaran mengenai peran pasukan Garda Nasional di ibu kota AS. Ribuan personel yang mengenakan seragam loreng dan perlengkapan pelindung setiap hari berpatroli di kawasan yang ramai wisatawan, termasuk monumen nasional, stasiun kereta bawah tanah, serta kawasan di sekitar stadion bisbol profesional.

Namun, berdasarkan penelusuran Reuters, mereka jarang terlibat langsung dalam penanganan kejahatan.

Garda Nasional di Washington Capai 4.500 Personel

Trump mengerahkan ribuan anggota Garda Nasional ke Washington pada musim panas tahun lalu sebagai bagian dari upaya yang disebutnya sebagai langkah tegas untuk memberantas kejahatan, khususnya di kota-kota yang dikelola Partai Demokrat.

Saat ini sekitar 4.500 personel Garda Nasional ditempatkan di Washington. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan sekitar 3.200 polisi yang dimiliki kota tersebut.

Pengerahan pasukan itu juga membutuhkan biaya besar. Pemerintahan Trump sebelumnya menyampaikan kepada Kongres bahwa pengiriman personel Garda Nasional ke ibu kota membutuhkan biaya sekitar US$1,65 juta atau sekitar US$1,65 juta per hari. Angka tersebut disampaikan sebelum pemerintah menggandakan jumlah pasukan pada musim panas tahun ini.

Sebagai perbandingan, anggaran kepolisian Washington dalam anggaran terbaru setara dengan sekitar US$1,5 juta per hari.

Pemerintah Trump juga menyampaikan rencana untuk mempertahankan pengerahan pasukan di Washington hingga akhir masa jabatan Trump pada 2029. Total biaya yang diperkirakan mencapai US$1,4 miliar, meski pemerintah belum menjelaskan berapa jumlah personel yang akan dipertahankan.

Hanya 217 Kasus Melibatkan Garda Nasional

Dari penelusuran dokumen pengadilan, Reuters menemukan 217 perkara pidana di Washington yang menyebut keterlibatan Garda Nasional.

Dalam sekitar seperempat kasus tersebut atau 62 perkara, personel Garda Nasional sendiri menghentikan orang yang diduga melakukan tindak kriminal. Sebagian besar kasus berkaitan dengan pelanggaran ringan, seperti pencurian di toko atau melewati pintu masuk stasiun kereta bawah tanah tanpa membayar.

Dalam 43 kasus lainnya, personel Garda Nasional membantu polisi melakukan penangkapan.

Beberapa contoh kasus menunjukkan bahwa aktivitas pasukan tersebut lebih banyak berkaitan dengan kejahatan ringan. Pada Oktober, misalnya, personel Garda Nasional mengejar seorang pria yang mengambil dua potong pizza dan hanya menawarkan US$2 sebagai pembayaran sebagian.

Sepekan kemudian, mereka menghentikan seorang pria yang melempar batu ke sebuah bus.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan, Pasar Cemas Selat Hormuz

Pada April, personel Garda Nasional menahan seorang pria yang diduga mencuri dua batang dendeng sapi senilai sekitar US$7 dari sebuah apotek. Bulan lalu, enam anggota Garda Nasional menahan seorang perempuan yang meminum sebotol root beer tanpa membayar.

Pendeta William Young, warga kawasan Navy Yard yang cukup sering menjadi lokasi patroli Garda Nasional, mempertanyakan apakah kehadiran pasukan tersebut benar-benar membuat warga merasa lebih aman.

"Ini adalah cara untuk mempertahankan rasa takut di antara kita semua. Ini bukan cara sebuah ibu kota demokrasi seharusnya dilindungi, dengan tentara berbaris untuk menjaga jalan-jalan," ujar Young.

Garda Nasional Punya Kewenangan Penegakan Hukum Terbatas

Menurut catatan pemerintah, anggota Garda Nasional yang dikerahkan telah diberi kewenangan sebagai U.S. Marshals. Namun, kewenangan penegakan hukum mereka tetap terbatas.

Departemen Pertahanan AS menggambarkan tugas mereka sebagai "patroli kehadiran", yakni menunjukkan keberadaan pasukan dengan tujuan mencegah terjadinya kejahatan, bukan secara aktif menangani setiap tindak kriminal.

Personel Garda Nasional dapat menahan orang yang diduga melakukan kejahatan. Namun, untuk melakukan penangkapan secara resmi, mereka harus menghubungi polisi.

Dokumen pengadilan juga mencatat 35 kejadian ketika anggota Garda Nasional menjadi saksi tindak kejahatan. Dalam sejumlah kasus, mereka hanya mengamati kejadian tersebut hingga polisi datang.

Mereka antara lain memberi tahu polisi mengenai transaksi narkoba, seseorang yang buang air kecil di tempat umum, seorang pria yang mengekspos dirinya kepada petugas kereta bawah tanah, hingga dua orang yang menulis menggunakan kapur di sebuah monumen dekat stasiun kereta kota. Salah satu dari kedua orang tersebut bahkan mengenakan kostum pisang.

Keluarga Korban Pertanyakan Respons Garda Nasional

Kehadiran Garda Nasional juga menjadi sorotan setelah kasus kematian Keon Jones, seorang pria yang tewas ditikam pada April di dekat kawasan hotel dan restoran di tepi perairan Washington.

Evelyn Jones, bibi Keon, mempertanyakan apakah personel Garda Nasional yang berada di sekitar lokasi dapat berbuat lebih banyak untuk menyelamatkan keponakannya.

Personel Garda Nasional menemukan Jones dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah terjadi perkelahian dan kemudian menghubungi layanan darurat. Namun, mereka memberi tahu polisi bahwa mereka mengira Jones hanya mabuk.

Baca Juga: Dolar AS Melemah, Pasar Menanti Petunjuk Suku Bunga The Fed

Mereka baru mengetahui bahwa Jones mengalami luka tusuk parah setelah polisi tiba di lokasi. Usus korban bahkan terlihat keluar akibat luka tersebut.

Jones meninggal di rumah sakit sekitar dua jam kemudian.

"Mereka seharusnya bisa melakukan lebih banyak untuk membantunya," kata Evelyn Jones.

Personel Garda Nasional sendiri juga menjadi korban tindak kekerasan. Tahun lalu, dua anggota Garda Nasional asal West Virginia ditembak tidak jauh dari Gedung Putih dan salah satunya tewas.

Reuters menemukan 62 perkara di mana seseorang didakwa mendorong, memukul, atau mengancam anggota Garda Nasional. Dalam sembilan perkara, tersangka diduga meludahi personel Garda Nasional.

Dalam satu kasus, seorang pria diduga berusaha mengambil pistol milik seorang anggota Garda Nasional ketika hendak ditangkap karena mencuri topi bisbol di sebuah stasiun kereta bawah tanah.

Kasus lainnya melibatkan seorang pria yang didakwa mengancam sekelompok tentara dengan mengatakan bahwa ia ingin "menembak kalian di antara kedua kaki kalian dengan bazoka".

Polisi Washington juga dua kali menangkap anggota Garda Nasional yang sedang tidak bertugas karena melanggar aturan kepemilikan atau penggunaan senjata api di kota tersebut. Namun, kantor Jaksa AS kemudian menggugurkan dakwaan terhadap keduanya.

Pasukan Ditugaskan Menjaga Lincoln Memorial

Pada musim panas tahun ini, Garda Nasional juga memperoleh tugas baru, yakni menjaga Lincoln Memorial Reflecting Pool.

Kolam tersebut sebelumnya direnovasi pemerintah Trump dengan biaya jutaan dolar. Namun, setelah renovasi, air kolam berubah menjadi hijau karena ganggang dan lapisan pelindungnya mengalami kerusakan.

Trump sempat menyatakan bahwa kolam tersebut menjadi sasaran sabotase oleh pihak yang melakukan vandalisme.

Namun, Jaksa AS untuk District of Columbia Jeanine Pirro akhirnya mengakui bahwa kontraktor pemerintah "melakukan pekerjaan dengan buruk".

Baca Juga: Lionel Messi Kembali Bermain, Pelatih: Dia Sudah Berdamai

Patroli Lebih Banyak di Kawasan yang Relatif Aman

Amerika Serikat telah lama menggunakan Garda Nasional untuk merespons bencana, membantu mengamankan acara besar seperti Super Bowl, serta sesekali menangani kerusuhan.

Namun, penggunaan pasukan tersebut untuk patroli kejahatan sehari-hari merupakan perkembangan yang tidak biasa.

Trump juga telah mengizinkan pengerahan pasukan dalam skala lebih kecil ke Memphis dan New Orleans serta beberapa kali menyatakan kemungkinan mengirim personel militer ke kota-kota lainnya.

Mantan Wakil Kepala Biro Garda Nasional, Jenderal Randy Manner, mengkritik penggunaan pasukan militer untuk pekerjaan kepolisian.

"Anda tidak ingin tentara bersenjata berada di jalan-jalan Amerika," kata Manner, yang pensiun pada 2012.

Menurut dia, personel militer tidak dipersiapkan secara memadai untuk menjalankan tugas kepolisian dan biaya penggunaannya lebih mahal dibandingkan menambah jumlah polisi.

Analisis Reuters menunjukkan personel Garda Nasional justru lebih sering disebut dalam kasus-kasus yang terjadi di kawasan Washington dengan tingkat pendapatan lebih tinggi, lebih banyak penduduk berpendidikan perguruan tinggi, serta proporsi warga kulit putih yang lebih besar.

Sebagian besar penangkapan yang melibatkan personel Garda Nasional terjadi di pusat kota atau di sekitar stasiun kereta bawah tanah.

Sebaliknya, Reuters tidak menemukan catatan dalam dokumen pengadilan mengenai tindakan penegakan hukum yang dilakukan Garda Nasional di kawasan tempat sekitar 82% dari 859 kasus pembunuhan Washington selama lima tahun terakhir terjadi.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kehadiran Garda Nasional belum banyak diarahkan untuk menangani kejahatan kekerasan di kawasan yang paling terdampak kejahatan.

Salim Adofo, koordinator penjangkauan masyarakat di Anacostia Coordinating Council, organisasi nirlaba yang beroperasi di kawasan berpenghasilan rendah, mengatakan pengalamannya sejalan dengan temuan tersebut.

"Saya tidak melihat mereka sepanjang tahun ini," ujar Adofo.

Dampak Pengerahan Garda Nasional terhadap Kejahatan Dipertanyakan

Mengukur dampak pengerahan Garda Nasional terhadap tingkat kejahatan di Washington tidak mudah. Selain personel Garda Nasional, pemerintahan Trump juga mengirim ratusan agen federal tambahan ke kota tersebut. Banyak di antara mereka menjalankan fungsi yang menyerupai tugas polisi lokal.

Jumlah kasus pembunuhan di Washington memang turun untuk tahun ketiga berturut-turut. Namun, penurunan kasus pembunuhan juga terjadi di sejumlah kota lain yang tidak menerima pengerahan tentara maupun tambahan agen federal.

Sementara itu, jumlah total kejahatan kekerasan yang dilaporkan kepolisian Washington, termasuk penyerangan serius, perampokan, kejahatan seksual, dan pembunuhan, pada Januari hingga pertengahan Agustus justru sekitar 4% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebuah studi Niskanen Center yang dirilis pada Mei menemukan bahwa pengerahan personel militer ke Washington berkaitan dengan penurunan kasus pencurian kendaraan, tetapi tidak menunjukkan dampak terhadap kejahatan kekerasan.

Charles Stimson, peneliti senior di Heritage Foundation yang pro-Trump, berpandangan berbeda. Menurut dia, kehadiran pasukan yang terlihat secara langsung dapat memberikan efek jera.

"Ketika Anda mengemudi terlalu cepat dan melihat polisi, Anda akan memperlambat kendaraan. Jika Garda Nasional tiba-tiba menghilang dan meninggalkan kota besok, kejahatan akan meningkat," kata Stimson.

Baca Juga: Manchester City Masih Menunggu Putusan Kasus 115 Pelanggaran Finansial

Namun, penelusuran Reuters terhadap dokumen pengadilan menunjukkan sedikit bukti bahwa keberadaan Garda Nasional secara signifikan menyasar kawasan dengan tingkat kejahatan tinggi dan berpotensi menghadapi tindak kriminal yang lebih serius.

Gedung Putih tidak menjawab pertanyaan Reuters mengenai aktivitas pasukan tersebut. Juru bicara Lauren Bis mengatakan upaya Trump di Washington telah "menurunkan angka kejahatan, memperindah kota, dan meningkatkan kualitas hidup banyak orang".

Wali Kota Washington Muriel Bowser, yang sebelumnya menyebut pengerahan Garda Nasional sebagai sesuatu yang "bermasalah", tidak memberikan komentar. Kepolisian Washington juga menolak berkomentar.

Satuan tugas Garda Nasional yang mengelola pengerahan di Washington tidak menjawab pertanyaan mengenai aktivitas maupun biaya operasi tersebut. Juru bicara Leona Hendrickson mengatakan para personel terlalu sibuk untuk diwawancarai.

Dengan biaya yang terus membesar dan jumlah personel yang melampaui kekuatan kepolisian lokal, pengerahan Garda Nasional di Washington kini menghadapi pertanyaan lebih besar: apakah kehadiran militer benar-benar efektif mengurangi kejahatan, atau sekadar menjadi simbol kekuatan pemerintah dalam menjaga keamanan ibu kota AS.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×