Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Aljazair memutuskan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) setelah ketegangan antara kedua negara semakin meningkat. Keputusan tersebut diambil setelah Aljazair menyatakan seluruh upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral telah menemui jalan buntu.
Media pemerintah Aljazair pada Kamis (10/9/2026) melaporkan, keputusan tersebut diambil setelah "habisnya semua cara untuk mempertahankan hubungan bilateral". Namun, media pemerintah Aljazair tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan utama di balik keputusan pemutusan hubungan diplomatik tersebut.
Kementerian Luar Negeri UEA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang disampaikan melalui surat elektronik.
Hubungan Aljazair dan UEA memang telah diwarnai ketegangan dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah media Aljazair sebelumnya secara terbuka mengkritik UEA dan menuduh negara tersebut berupaya memicu perselisihan di kawasan.
Baca Juga: AS Masih Ragu Terapkan Tarif Tembaga, Khawatir Picu Kenaikan Biaya Industri
Pada tahun lalu, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune mengatakan hubungan negaranya dengan seluruh negara Teluk berada dalam kondisi baik, kecuali dengan satu negara. Pernyataan tersebut secara luas dipandang sebagai sindiran terhadap UEA.
Tebboune saat itu menggambarkan hubungan Aljazair dengan Arab Saudi, Kuwait, Oman, dan Qatar sebagai hubungan yang "persaudaraan". Namun, ia menuduh negara yang tidak disebutkan namanya tersebut mencampuri urusan internal Aljazair dan berupaya mengganggu stabilitas negara.
Ketegangan antara Aljazair dan UEA kemudian kembali meningkat pada Februari 2026. Saat itu, Aljazair mulai memproses pembatalan perjanjian layanan udara dengan UEA yang sebelumnya ditandatangani di Abu Dhabi pada Mei 2013.














