kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

Tak Mau Tersandera Iran, UEA Bangun Jalur Perdagangan Alternatif


Senin, 07 September 2026 / 16:04 WIB
Tak Mau Tersandera Iran, UEA Bangun Jalur Perdagangan Alternatif
ILUSTRASI. Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Uni Emirat Arab (UEA) sedang membangun jalur alternatif untuk ekspor energi dan perdagangannya agar tidak disandera oleh perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Konflik tersebut telah berdampak signifikan terhadap negara-negara Teluk Arab yang kaya minyak, termasuk UEA, karena Teheran menembakkan rudal ke negara tersebut dan menyerang kapal tanker minyaknya di Selat Hormuz.

"Ekspor energi kita tidak akan disandera, begitu pula perdagangan dan aktivitas ekonomi kita," kata Penasihat presiden UEA, Anwar Gargash kepada Forum Hili di Abu Dhabi, seperti dikutip Reuters, Senin (7/9/2026).

UEA telah memperluas kapasitas pelabuhan di sepanjang pantai timurnya, serta jalur pipa, kereta api, dan jalur perdagangan untuk koridor alternatif.

Baca Juga: Iran Siapkan Zona Terbatas di Teluk, Selat Hormuz Terancam Makin Tegang

Gargash menambahkan, meskipun hubungan UEA dengan Iran dapat dipulihkan, membangun kembali kepercayaan dengan negara-negara tetangganya setelah serangan tersebut mungkin membutuhkan waktu puluhan tahun.

“Hubungan fungsional dengan Iran dapat dan harus dipulihkan, tetapi membangun kembali kepercayaan adalah masalah lain,” kata Gargash.

UEA yang merupakan jalur ekonomi vital bagi Iran, telah menangguhkan semua transaksi keuangan dan ekonomi dengan Republik Islam pada bulan Agustus, dengan alasan peningkatan militer oleh Teheran dan ancaman rudal.

Gargash juga mengkritik negara-negara Teluk Arab atas tanggapan mereka terhadap serangan Iran, dengan mengatakan bahwa tindakan kolektif mereka masih kurang.

“Selama bertahun-tahun kita secara umum sepakat tentang sifat tantangan yang ditimbulkan oleh Iran,” katanya.

Oleh karena itu, kata Gargash, masalahnya bukanlah kurangnya pemahaman. "Kita gagal dalam menghadapi tantangan bersejarah ini adalah menerjemahkan pemahaman bersama ini menjadi tanggapan yang cukup terpadu dan strategis,” imbuhnya.

Baca Juga: Korea Utara-Rusia Resmikan Jembatan Darat Pertama, Hubungan Makin Erat


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×