Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rusia melancarkan serangan udara bertubi-tubi ke Ukraina sejak Kamis malam (2/4/2026), dengan mengerahkan ratusan drone jarak jauh serta rudal balistik. Serangan ini disebut sebagai bagian dari taktik baru Moskow untuk menembus pertahanan udara Ukraina.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa sejumlah besar drone musuh terdeteksi di wilayah udara nasional. Serangan ini menjadi yang kedua dalam sepekan terakhir di mana Rusia mengombinasikan serangan drone pada malam hari dengan serangan besar di siang hari.
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat, mengungkapkan bahwa Rusia terus mengembangkan strategi militernya.
Baca Juga: Dewan Keamanan PBB Voting Resolusi Hormuz, China Tolak Otorisasi Penggunaan Kekuatan
“Kami melihat bahwa musuh menggunakan rute baru, drone baru yang terus dimodernisasi, serta taktik baru,” ujarnya dalam wawancara dengan televisi pemerintah.
Dalam 24 jam terakhir, Rusia dilaporkan meluncurkan lebih dari 400 drone jarak jauh serta 10 rudal balistik yang sebagian besar menargetkan wilayah dekat garis depan pertempuran.
Taktik Serangan Berlapis
Ihnat menjelaskan bahwa pola serangan terbaru ini mirip dengan serangan sebelumnya pada awal pekan, yang menewaskan sedikitnya empat orang. Saat itu, Rusia melancarkan lebih dari 300 drone pada malam hari, kemudian diikuti serangan lanjutan dengan skala serupa pada siang hari.
Serangan berskala besar ini menyebabkan gangguan luas di berbagai wilayah Ukraina. Sejumlah institusi pemerintah, layanan transportasi publik, serta aktivitas bisnis terpaksa dihentikan selama serangan berlangsung, yang bisa memakan waktu berjam-jam.
Baca Juga: Raksasa Energi Global Bidik Proyek Migas AS di Tengah Konflik Timur Tengah
“Musuh berusaha menekan populasi kami, melumpuhkan fungsi sejumlah institusi publik, termasuk lembaga pendidikan,” tambah Ihnat.
Dampak di Kharkiv
Di wilayah timur Kharkiv, serangan gabungan rudal, bom, dan drone menyebabkan satu orang tewas dan 25 lainnya luka-luka dalam 24 jam terakhir. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kharkiv, Oleh Synehubov melalui media sosial.
Serangan tersebut termasuk empat rudal balistik yang menghantam ibu kota regional Kharkiv pada malam hari. Meski demikian, otoritas setempat hanya melaporkan satu korban luka dari serangan tersebut.













