kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   0,00   0,00%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Dolar AS Tembus Rekor 17 Bulan Usai Pasar Obligasi Global Meredup


Jumat, 02 Oktober 2026 / 05:53 WIB
Dolar AS Tembus Rekor 17 Bulan Usai Pasar Obligasi Global Meredup
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Feisal Omar)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dolar Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertinggi dalam 17 bulan terakhir terhadap euro pada perdagangan Kamis (1/10/2026).

Aksi lepas (selloff) obligasi global mendorong yield surat utang pemerintah AS dan Eropa ke rekor baru, dipicu oleh kekhawatiran inflasi akibat melambungnya harga minyak mentah.

Mengutip Reuters, mata uang euro merosot di bawah US$1,1215 terhadap dolar AS untuk pertama kalinya sejak Mei 2025. Penguatan greenback dalam beberapa bulan terakhir didorong oleh lonjakan yield US Treasury kuartalan terbesar sejak 1994.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Melonjak 4%, Brent Tembus US$ 102 per Barel

Euro terakhir tercatat melemah 0,77% terhadap dolar AS ke level US$1,12433. Sepanjang September lalu, mata uang tunggal Eropa ini telah merosot hampir 2,5%, mencatatkan penurunan bulanan terbesar sejak Juli 2025.

"Kenaikan yield didorong oleh kombinasi berbagai faktor, terutama kekhawatiran terkait kebijakan fiscal termasuk pelemahan di pasar obligasi Prancis yang berdampak ke pasar global serta kekhawatiran yang berlanjut atas harga energi dan tingginya inflasi," kata Brian Daingerfield, Head of G10 FX Strategy NatWest Markets.

Daingerfield menambahkan bahwa ekspektasi pasar terhadap pengetatan moneter lanjutan dari bank-bank sentral, termasuk The Fed, tetap terjaga meskipun sempat ada konsolidasi singkat usai rilis data inflasi PCE.

Yield obligasi acuan US Treasury tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2002 sebelum akhirnya ditutup merosot 5,65 basis poin ke level 5,237%.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis ke US$ 4.165 per Ons Troi Usai Data Inflasi AS Melandai

Euro juga tertekan terhadap yen Jepang dan franc Swiss, serta bergerak stagnan melawan poundsterling.

Tekanan terjadi seiring yield obligasi pemerintah Prancis melonjak ke level tertinggi dalam 14 tahun akibat kekhawatiran atas kondisi keuangan negara tersebut yang rapuh, yang turut menyeret obligasi acuan Jerman.

"Penguatan dolar AS telah berlangsung selama beberapa pekan dan selalu mendapat dorongan dari narasi baru. Namun, narasi terbaru ini mungkin yang paling mengkhawatirkan, yaitu kepanikan di pasar Eropa. Utang Prancis terlalu tinggi dan meleburnya spread antara Prancis dan Jerman membuat semua pihak cemas," jelas Amo Sahota, Director Klarity FX.

Di sisi lain, lonjakan inflasi di zona euro menegaskan ancaman lonjakan harga energi terhadap perekonomian global, meskipun data inflasi AS periode Agustus sebelumnya sempat mereda.

Hingga akhir September, indeks dolar AS mencatatkan penguatan kuartalan selama enam kali berturut-turut terhadap sekeranjang mata uang utama.

Baca Juga: Dolar AS Kian Perkasa Terdongkrak Aksi Jual Obligasi Global

Ini merupakan tren penguatan terpanjang sejak 2022. Indeks dolar AS menguat 0,51% pada hari itu usai menyentuh level tertinggi sejak April 2025.

Pasar obligasi global secara umum mencatatkan penurunan bulanan terparah dalam beberapa tahun terakhir sepanjang September, yang memicu kenaikan yield akibat memburuknya keuangan pemerintah, tingginya volume penerbitan utang, dan risiko inflasi.

Sementara itu, mata uang poundsterling melemah 0,49% terhadap dolar AS ke level $1,32 usai merosot 2,1% bulan lalu.

Yen Jepang melemah 0,41% ke posisi 158,07 per dolar AS, sedangkan dolar Australia merosot ke level terendah tiga bulan di $0,69040 setelah data inflasi domestik dirilis lebih rendah dari perkiraan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×