: WIB    --   
indikator  I  

AS menetapkan sanksi bagi Maduro

AS menetapkan sanksi bagi Maduro

WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) menetapkan sanksi bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro. AS menyematkan status diktator bagi presiden ini dan membekukan aset apa pun milik Maduro yang ada di AS. Dengan sanksi ini, perusahaan dan individu AS dilarang berbisnis dengan Maduro. 

Langkah ini menyusul pemilihan anggota Majelis Konstitusi yang diiringi kerusuhan dan protes yang memakan korban 10 orang tewas. Majelis konstitusi baru ini akan memiliki kekuatan untuk menulis ulang konstitusi dan membubarkan Majelis Nasional yang dikuasai oposisi.

Koalisi oposisi yang memboikot pemilihan mengungkapkan, sekitar 88% pemilih menyatakan abstain dan menolak adanya pemilihan. Demonstran masih memblokir sejumlah ruas jalan Karakas.

Luisa Ortega, Jaksa Agung Venezzuela yang merupakan kritikus vokal pemerintah Maduro menyebut pemungutan suara hari Minggu lalu sebagai ambisi diktator. Sebelum pemilihan, AS memperingatkan tidak akan mengakui pemilihan.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengumumkan sanksi bagi Maduro. "Pemilihan tidak sah kemarin mengonfirmasi bahwa Maduro adalah diktator yang mengabaikan kehendak rakyat Venezuela," kata Mnuchin seperti dikutip BBC, pada Senin (31/7).

Mnuchin menambahkan, dengan memberi sanksi bagi Maduro, AS memperjelas posisi terhadap rezim ini dan mendukung rakyat Venezuela yang menginginkan negaranya kembali makmur dan berdemokrasi.

Maduro adalah pemimpin negara keempat yang masuk daftar hitam AS. Sebelumnya, AS menetapkan sanksi bagi Bashar al Assad (Syria), Kim Jong Un (Korea Utara), dan Robert Mugabe (Zimbabwe).

Pada 26 Juli lalu, US Treasury juga menetapkan sanksi bagi 13 pejabat dan mantan pejabat Venezuela, termask menteri dalam negeri dan kepala tentara. Sampai saat ini, AS belum membatasi ekspor minyak Venezuela yang besar ke AS.


Reporter Wahyu Tri Rahmawati
Editor Wahyu Rahmawati

VENEZUELA

Feedback   ↑ x
Close [X]