kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

AS siapkan sanksi, Iran tahan Direktur Valuta Asing di Bank Sentral

Senin, 06 Agustus 2018 / 15:50 WIB

AS siapkan sanksi, Iran tahan Direktur Valuta Asing di Bank Sentral
ILUSTRASI. Bendera AS-Iran.

KONTAN.CO.ID - DW. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, sanksi dari pemerintahan Donald Trump terhadap Iran akan segera diberlakukan. Dalam perjalanan pulang dari Asia hari Minggu (5/8), Pompeo mengatakan kepada wartawan, "pemberlakuan kembali sanksi-sanksi itu membuktikan kebijakan tegas AS."

"Kami berharap dapat menemukan cara untuk bergerak maju, tetapi itu akan membutuhkan perubahan besar pada bagian dari rezim Iran," katanya. "Mereka harus bersikap seperti negara normal. Itu tuntutannya. Ini sangat sederhana", tambah Pompeo.


Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan atom dengan Iran dari 2015, yang disetujui oleh enam pihak, antara lain Jerman, dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi.

Penerapan sanksi lama

Pompeo mengatakan Gedung Putih akan membuat pengumuman hari Senin (6/8) yang akan menjelaskan penerapan kembali sejumlah sanksi terhadap Iran. Sanksi tersebut akan mulai diberlakukan hari Selasa (7/8) untuk kebanyakan sektor – termasuk ekspor karpet.

Pada fase kedua mulai 4 November mendatang, AS juga akan memberlakukan sanksi terhadap sektor energi dan bahan bakar. AS sebelumnya menolak permintaan dari sekutunya untuk tidak keluar dari kesepakatan itu secara sepihak.

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump terlibat saling serang dengan Presiden Iran Hassan Rouhani lewat media sosial. Tetapi minggu lalu dia juga melontarkan gagasan pertemuan dengan Rouhani tanpa prasyarat.

Mismanajemen dan korupsi di Teheran

Hari Minggu, aparat keamanan Iran menangkap mantan Wakil Gubernur Bank Sentral, Ahmad Araghchi. Dia bertanggung jawab atas divisi valuta asing dan sehari sebelumnya dipecat dari jabatannya. Selain Araghchi, beberapa orang lain yang tidak disebut identitasnya juga ditahan.

Ahmad Araghchi, keponakan wakil menteri luar negeri Iran, kelihatannya dipecat karena gagal mengantisipasi jatuh drastisnya nilai tukar mata uang Iran.

Minggu lalu, Presiden Hassan Rouhani memecat Gubernur Bank Sentral, Valiollah Seif dan menggantikannya dengan Abdolnasser Hemati, mantan kepala Asuransi Sentral Iran. Menurut rencana, Bank Sentral Iran akan segera mengungkap kebijakan baru valuta asing setelah disetujui oleh pemerintah.

Mata uang Rial Iran anjlok dan telah kehilangan lebih dari setengah nilainya sejak April 2018, sebagian karena kekhawatiran terkait sanksi ekonomi baru, namun juga karena mismanajemen dan manipulasi.

Upaya stabilisasi dan aksi protes

Stasiun siaran pemerintah IRIB melaporkan, kebijakan Bank Sentral yang baru kemungkinan akan menetapkan harga impor obat-obatan dan barang-barang penting lainnya dengan nilai tukar 42.000 Rial terhadap 1 dolar AS.

Minggu lalu, nilai tukar tidak resmi untuk Rial yang diberlakukan pelaku pasar keuangan mencapai 119.000 Rial per satu dolar AS, kemudian turun menjadi 98.500 Rial setelah pemerintah Iran memberlakukan berbagai kebijakan baru sebagai upaya reformasi.

Sebagian warga Iran menuduh para pemimpin politik membawa negara itu ke dalam kehancuran melalui salah urus dan korupsi. Di banyak tempat digelar aksi protes akibat meroketnya harga kebutuhan sehari-hari. Aksi protes itu diiringi dengan kerusuhan dan bentrokan kekerasan ataran demonstran melawan aparat keamanan.


Sumber : DW.com
Editor: Hasbi Maulana

IRAN

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0583 || diagnostic_web = 0.2731

Close [X]
×