kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Australia Menganggarkan US$2,76 Miliar untuk Memajukan Galangan Kapal Selam Nuklir


Minggu, 15 Februari 2026 / 10:53 WIB
Australia Menganggarkan US$2,76 Miliar untuk Memajukan Galangan Kapal Selam Nuklir
ILUSTRASI. Bendera Australia (KONTAN/Fenie Chintya) Pemerintah Australia akan menghabiskan 3,9 miliar dolar Australia (US$2,76 miliar) untuk memajukan pembangunan galangan kapal


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Australia mengatakan pada hari Minggu (15/2) bahwa mereka akan menghabiskan 3,9 miliar dolar Australia (US$2,76 miliar) untuk memajukan pembangunan galangan kapal yang akan membantu pengiriman kapal selam bertenaga nuklir di bawah pakta pertahanan trilateral AUKUS dengan AS dan Inggris.

Diumumkan pada tahun 2021, AUKUS adalah investasi pertahanan terbesar Australia sepanjang sejarah dan akan menghadirkan kapal selam kelas Virginia yang dikomandai AS yang berbasis di Australia mulai tahun 2027, beberapa kapal selam Virginia yang dijual ke Australia mulai sekitar tahun 2030, dan Inggris serta Australia membangun kelas baru kapal selam bertenaga nuklir AUKUS.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menggambarkan UA$3,9 miliar sebagai uang muka untuk membangun galangan kapal baru di Osborne, pinggiran kota Adelaide di negara bagian Australia Selatan.

"Investasi di galangan kapal selam di Osborne sangat penting untuk mewujudkan kapal selam bertenaga nuklir Australia yang dipersenjatai secara konvensional," kata Albanese dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Departemen Kehakiman AS Kirim Surat ke Kongres soal Redaksi Berkas Jeffrey Epstein

“Proyeksi resmi menyebutkan total biaya pembangunan mencapai A$30 miliar selama beberapa dekade mendatang," katanya.

Osborne adalah tempat perusahaan Australia ASC dan perusahaan Inggris BAE Systems akan bersama-sama membangun armada kapal selam bertenaga nuklir Australia, komponen inti dari pakta AUKUS. 

Hingga pekerjaan itu dimulai akhir dekade ini, galangan kapal tersebut adalah tempat sebagian besar pemeliharaan dilakukan pada armada kapal selam kelas Collins yang ada di negara itu.

Perdana Menteri Australia Selatan Peter Malinauskas mengatakan uang muka akan digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung bagi galangan kapal. "Ini baru permulaan," kata Malinauskas dalam pernyataan tersebut.

Pada bulan Desember, tinjauan Pentagon terhadap proyek AUKUS menemukan beberapa peluang untuk menempatkan kesepakatan tersebut pada landasan sekuat mungkin, termasuk memastikan bahwa Australia bergerak cukup cepat untuk membangun kapasitas kapal selam nuklirnya.

Baca Juga: AS Siapkan Operasi Militer Jangka Panjang ke Iran, Risiko Konflik Regional Meningkat

Selanjutnya: Daftar Kode Redeem HSR Februari 2026: Stellar Jade Gratis Menantimu, Ambil Sekarang!

Menarik Dibaca: Promo Bukber Jogja: 10 Hotel Murah di Bawah Rp 100 Ribu, Banyak Doorprize!




TERBARU

[X]
×