: WIB    —   
indikator  I  

China rentan ancaman ektrimis religius global

China rentan ancaman ektrimis religius global

BEIJING. Pemerintah China mengeluarkan peringatan terbaru mengenai ancaman kelompok ekstrimis global di negara tersebut. Hal ini menyusul laporan adanya kelompok minoritas Muslim China yang berjuang bersama kelompok militan di Suriah dan Irak.

Sharhat Ahan, petinggi partai pemerintahan di Xinjiang, pada Minggu (12/3), menjadi pihak terkini dari wilayah mayoritas Muslim yang mengeluarkan peringatan bahwa situasi politik China rentan dengan situasi anti teror internasional dan imbauan untuk "perang rakyat".

Dalam setahun terakhir, pemimpin regional di Xinjiang, yang merupakan kampung halaman warga etnis minoritas Uighur, telah mengeluarkan pengawasan, patroli polisi, dan kesiagaan penuh dengan tujuan untuk menunjukkan kekuatan pasukan keamanan pemerintah.

"Demonstrasi kekuatan itu bertujuan untuk mendeklarasikan perang terhadap teroris, menunjukkan bahwa partai dan pemerintah bahu membahu melawan aksi teror, dan menciptakan keamanan publik di China," jelas Ahan.

Meski ada pertanyaan apakah jaringan jihad global mulai aktif di China, namun para petinggi China kembali menegaskan dukungan mereka terhadap upaya internasional dalam memerangi kelompok ekstrimis di seluruh dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan orang tewas dalam insiden kekerasan di Xinjiang di mana pemerintah menyalahkan kelompok separatis Uighur yang terinspirasi oleh kelompok jihad internasional sebagai penyebabnya.

Meski buktinya sedikit, pemerintah mengatakan Xinjiang menghadapi ancaman kelompok separatis garis keras yang berkaitan dengan al-Qaida dan kelompok Negara Islam (Islamic State).

Menurut SITE Intelligence Group, IS merilis video pada akhir Februari yang menunjukkan para petarung Uighur mengikuti pelatihan di Irak dan bersumpah untuk menyerang China.

Daerah mayoritas muslim lainnya di China, Nigxia Hui, juga mengingatkan hal serupa, yakni adanya upaya penyerangan dari kelompok ekstrimis.


SUMBER : CNBC

CHINA

Feedback   ↑ x
Close [X]