kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.950   7,00   0,04%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Kinerja Moncer, Gaji CEO Citigroup Jane Fraser Naik 22% Menjadi US$42 Juta


Jumat, 13 Februari 2026 / 09:07 WIB
Kinerja Moncer, Gaji CEO Citigroup Jane Fraser Naik 22% Menjadi US$42 Juta
ILUSTRASI. CEO Citigroup Jane Fraser (REUTERS/Mike Blake)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Citigroup menyetujui total kompensasi sebesar US$42 juta untuk CEO Jane Fraser pada 2025, meningkat hampir 22% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$34,5 juta.

Melansir Reuters Jumat (13/2/2026), kenaikan ini menyusul kinerja kuat perseroan sepanjang tahun lalu, di mana saham Citigroup melonjak 65,8% dan mengungguli pesaing serta indeks saham perbankan secara signifikan.

Baca Juga: Gubernur The Fed: Kebijakan Moneter Terlalu Ketat, Inflasi Bukan Ancaman Utama

Investor menyambut positif langkah Fraser dalam merampingkan manajemen, memangkas tenaga kerja, serta melepas sejumlah unit bisnis non-inti guna meningkatkan efisiensi dan fokus pada profitabilitas.

Rincian Kompensasi

Berdasarkan dokumen pengajuan perusahaan, paket kompensasi tersebut terdiri dari:

  • Gaji pokok: US$1,5 juta
  • Insentif tunai: US$6,075 juta
  • Sisanya dalam bentuk insentif tangguhan (deferred incentives)

Baca Juga: Harga Rumah Baru China Kembali Turun pada Januari 2026, Tekan Pengembang Properti

Citigroup juga menyoroti pencapaian pendapatan rekor di bisnis inti, kemajuan dalam kepatuhan regulasi, serta kesetaraan remunerasi dengan CEO institusi keuangan sejenis sebagai dasar penetapan kompensasi.

Tren Kenaikan Gaji di Wall Street

Kenaikan kompensasi Fraser mengikuti langkah serupa di bank investasi besar lainnya seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley, di tengah ekspektasi bahwa 2026 akan menjadi tahun yang kuat untuk aktivitas merger dan akuisisi (M&A).

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa para eksekutif Citigroup semakin optimistis dapat segera menyelesaikan kewajiban kepatuhan terkait sanksi regulator utama.

Baca Juga: Jepang Percepat Negosiasi dengan AS untuk Realisasi Paket Investasi US$550 Miliar

Jika perintah persetujuan (consent orders) tersebut dicabut, hal itu akan menjadi titik balik besar bagi Citigroup, memungkinkan bank lebih fokus pada pertumbuhan laba setelah enam tahun menjalani proses kepatuhan intensif yang melibatkan ribuan karyawan.

Selanjutnya: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Jumat (13/2)

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Jumat (13/2)




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×