kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Diam-diam, AS dan China mulai negosiasi tarif impor


Selasa, 27 Maret 2018 / 07:00 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) dan China diam-diam mulai bernegosiasi untuk meningkatkan akses AS ke pasar China. Negosiasi dilakukan setelah seminggu penuh dengan tensi dan perang urat saraf dari kedua belah pihak atas ancaman Washington untuk menerapkan tarif untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan.

Mengutip Wall Street Journal, Senin (26/3), pembicaraan hubungan perdagangan ini sudah dilakukan oleh Wakil Perdana Menteri China, Liu He dan Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin.

Dalam sebuah surat, pemerintahan Trump mengeluarkan permintaan khusus yang mencakup pengurangan tarif China pada mobil AS, pembelian lebih banyak semikonduktor AS oleh China dan akses lebih besar ke sektor keuangan China oleh perusahaan AS. Mnuchin kabarnya sedang menimbang perjalanan ke Beijing untuk mengejar negosiasi.

Mnuchin telah menghubungi Liu, yang tak lain merupakan bekas penasihat ekonomi utama Presiden Xi Jinping dan baru saja dipromosikan sebagai wakil perdana menteri China. "Mereka membahas defisit perdagangan antara kedua negara dan berkomitmen untuk melanjutkan dialog untuk menemukan cara yang saling disetujui untuk menguranginya," ungkap pejabat Kementerian Keuangan AS.

Diskusi di belakang layar ini mungkin akan menjadi sinyal positif bagi perusahaan yang terguncang oleh pengumuman minggu lalu, tentang rencana AS untuk memukul China dengan tarif, pembatasan investasi dan langkah-langkah lain yang ditujukan untuk mengatasi defisit perdagangan barang senilai US$ 375 miliar.

Meskipun Beijing bereaksi dengan marah terhadap ancaman tarif AS, para pejabat China telah berhati-hati untuk tidak meningkatkan tensi yang sudah memanas. Pasalnya, tarif terhadap produk China belum benar-benar dilaksanakan. Trump masih membuka ruang untuk negosiasi serta mendengarkan keluhan dari industri AS.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×