: WIB    —   
indikator  I  

Donald Trump kembali menyerang media AS

Donald Trump kembali menyerang media AS

WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump melakukan serangan paling besar terhadap media Amerika Serikat pada Kamis (16/2), sejak dia resmi dilantik.

Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung selama lebih dari satu jam, Trump secara berulang-ulang menuduh jurnalis tersandera dan tidak jujur dalam pemberitaan pada bulan pertama pemerintahannya.

"Pers menjadi sangat tidak jujur, dan jika kita tidak membahas hal ini, kita melakukan tindakan yang merugikan warga AS. Sangat merugikan. Kita harus berbicara untuk mengetahui apa yang terjadi, karena ketidakjujuran pers sudah di luar kendali. Level ketidakjujuran pers di luar kontrol," jelas Trump.

Dia juga bilang, "Saya menyalakan TV, membaca surat kabar dan saya melihat laporan yang ada kacau. Kacau. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Pemerintahan ini bekerja dengan mesin yang sangat baik, di luar fakta bahwa saya tidak berhasil mendapatkan persetujuan atas kabinet saya."

Konferensi pers yang tujuan utamanya untuk mengumumkan Menteri Tenaga Kerja Trump, merupakan ide dari sang presiden sendiri.

Dalam konferensi pers, Trump mengeluarkan sejumlah pernyataan mengenai media yang menuliskan berita bohong dan menyesatkan. Dia mengklaim, The New York Times dan The Wall Street Journal tidak berupaya melakukan konfirmasi terhadap dirinya sebelum menulis artikel tertentu. Kedua artikel menulis, bahwa reporter sudah berupaya mendapatkan pernyataan dari Gedung Putih.

Presiden juga bilang, artikel terkini mengenai komunikasi tim penasehat kampenyenya dengan Rusia merupakan "berita bohong" dan berulang kali mengatakan New York Times "gagal".

"Rusia merupakan berita bohong. Saya belum pernah melihat media yang tidak jujur, dari media politik," katanya.

Di satu titik, Trump ditanyakan alasannya mengenai "berita bohong" yang dia maksud. Sebab, berita itu dibuat berdasarkan bocornya data yang didapat oleh media.

"Well, kebocoran data itu memang benar. Anda yang menulis mengenai hal itu dan melaporkannya. Berita itu bohong karena banyak sekali kandungan dalam berita itu bohong," paparnya.


SUMBER : CNN
Editor Barratut Taqiyyah

AMERIKA SERIKAT / AS

Feedback   ↑ x
Close [X]