: WIB    --   
indikator  I  

Game virtual olahraga AS bayar denda penyelidikan

Game virtual olahraga AS bayar denda penyelidikan

KONTAN.CO.ID - Perusahaan teknologi yang menciptakan kompetisi olahraga digital lewat online di Amerika Serikat (AS) makin marak bermunculan. Aktivitas ini menjadi bisnis dan bergerak menjadi sebuah industri bernilai miliaran dolar AS. Sebut saja beberapa di antaranya DraftKings Inc dan FanDuel Inc. 

Permainan ini adalah semacam kompetisi olahraga virtual dalam sepak bola, basket atau hoki. Para peserta membuat tim fantasi mereka berdasarkan pemain sungguhan yang ada di dunia nyata dan membayar sejumlah uang untuk bisa ikut berkompetisi. 

Tren yang muncul di kalangan anak muda ini membuat regulator harus membuat aturan dalam operasionalnya untuk melindungi masyarakat. Regulator telah menyelidiki dua perusahaan tersebut yakni DraftKings Inc dan FanDuel Inc. Penyelidikan ini lebih dulu dari peluncuran aturan terkait bisnis seperti ini pada 2016 silam. 

Darisitu Jaksa Agung Massachusetts, Amerika Serikat (AS), Maura Healey, mengumumkan bahwa DraftKings Inc dan FanDuel Inc harus membayar total US$2,6 juta untuk proses penyelidikan model bisnis yang dijalankan kedua perusahaan itu. Dia menyebut aturan bisnis yang dijalankan tidak adil dan merugikan konsumen. 

Dari model bisnis yang dijalankan, penggemar mainan ini bisa menghabiskan banyak uang jika terlalu sering ikut kompetisi. Ada perdebatan pula model bisnis ini dikaitkan sama halnya dengan perjudian. 

Penyelidikan ini menghasilkan aturan bahwa peserta berusia di bawah 21 tahun dilarang ikut bermain game olahraga virtual berbayar seperti itu. Serta perusahaan harus membatasi iklan dan promosi permainan ini.

Aturan tersebut juga melarang promosi olahraga virtual berbayar di sekolah menengah dan perguruan tinggi. Termasuk melarang atlet profesional, agen yang terhubung ke olahraga profesional untuk mengikuti kontes pada game berbayar yang terkait olahraga mereka.

"Saya senang telah menangani berbagai masalah konsumen yang ada pada tahap awal industri ini," kata Healey dalam sebuah pernyataan.

Manajemen kedua perusahaan permainan virtual ini kooperatif setelah model bisnis mereka di review untuk bisa menciptakan model bisnis yang sehat.

 

 


Reporter Agung Hidayat, Rizki Caturini
Editor Rizki Caturini

BISNIS ONLINE

Feedback   ↑ x
Close [X]