: WIB    —   
indikator  I  

Ke pasar global bermitra di sejumlah negara (4)

Ke pasar global bermitra di sejumlah negara (4)

KONTAN.CO.ID - Lucy Peng atawa Peng Lei, menyadari betul perlunya perluasan jaringan bisnis global. Memang sampai saat ini, bisnis sistem pembayaran Ant Financial Service Group yang dijalankan Peng Lei mampu menguasai separuh dari sistem pembayaran online di China. Namun dalam jangka panjang, Peng Lei berkeinginan pendapatan dari bisnisnya di dunia internasional, menjadi penyumbang terbesar bagi Ant Financial. Segala jerih payah Peng Lei kini telah berbuah manis.

Kegigihan Lucy Peng dalam mengembangkan bisnis rintisannya telah berbuah manis. Mantan guru ekonomi tersebut berhasil menyulap Ant Financial Services Group, penyedia jasa keuangan secara online, menjadi perusahaan global yang memiliki lebih dari 450 juta pengguna.

Setelah berhasil mengakuisisi beberapa perusahaan untuk memperbesar layanan Ant, kini wanita yang biasa dipanggil Peng Lei bakal memfokuskan usahanya untuk lebih banyak lagi menjalin kemitraan dengan pebisnis dari pelbagai negara.

Terbaru, Ant Financial semakin serius menjalin kemitraan dengan pebisnis di negara-negara Asia, Eropa dan Amerika Serikat (AS). Peng Lei melihat potensi besar dalam di negara-negara tersebut sehingga dapat memperluas sayap bisnis Ant Financial di kancah global.

Dengan menggarap ketiga kawasan tersebut, Ant Financial ambisius untuk menghubungkan layanan pembayarannya kepada para pengusaha kecil agar meningkatkan jumlah pelanggan yang menggunakan layanan pembayaran Ant Financial.

Ant Financial memang telah merencanakan sejak lama untuk menggandeng kemitraan lokal. Oleh sebab itu, perusahaan yang masih terafilisasi dengan Alibaba Group ini rajin berinvestasi dan mengakuisisi perusahaan semisal di India, Filipina, Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Prancis, dan Singapura. Hal ini memperkuat rencana Ant Financial untuk menjaring lebih banyak lagi pengguna, dalam beberapa tahun ke depan.

Sejak tahun 2014, Ant Financial memang telah menjadi raksasa pembayaran online dengan menguasai lebih dari setengah pembayaran mobile di China yang senilai US$ 5,5 triliun.


Reporter Umi Kulsum
Editor Tri Adi

LUCY PENG

Feedback   ↑ x
Close [X]