: WIB    --   
indikator  I  

Persaingan kian ketat, Subway sempat goyah (3)

Persaingan kian ketat, Subway sempat goyah (3)

Perjalanan bisnis Peter Buck membesarkan restoran sandwich, Subway tidak selalu mulus. Banyak jalan terjal berliku yang harus dilalui Buck. Salah satu faktor yang membuat restoran Subway melempem adalah persaingan bisnis dan ekonomi. Dalam persaingan bisnis misalnya, Buck harus melawan Mc Donalds yang menawarkan harga lebih murah. Pesaing lain juga menawarkan bahan baku lebih segar dan sehat. Meski begitu, Buck yakin bisnis bisa bertumbuh.

Jatuh bangun mendirikan usaha sudah menjadi asam garam bagi para pengusaha termasuk Peter Buck. Bisnis restoran cepat saji Subway tak selalu berjalan mulus. Fisikawan yang kini menjadi pengusaha ini pernah mengalami perlambatan bisnis karena persaingan dan ekonomi.

Bisnis restoran sandwich yang telah ia kelola selama lebih dari 50 tahun sempat melambat lajunya. Penyebabnya mulai dari persaingan usaha yang kian ketat hingga faktor ekonomi yang lesu. Pada tahun 2014 dan 2015, pendapatan Subway bahkan menurun secara berturut-turut.

Pendapatan perusahaan ini menurun sebesar 4,3% menjadi US$ 1,11 miliar pada tahun 2015. Menyusutnya kinerja Subway disinyalir karena perlambatan bisnis, terlalu cepat membuka restoran baru dan efek penutupan ratusan restoran.

Pada tahun 2015, Subway membuka 911 restoran di lokasi baru Amerika Serikat (AS). Namun perusahaan ini juga menutup 877 restoran. Artinya, perusahaan hanya membuka 34 outlet pada tahun tersebut. Nah, pendirian 34 restoran di tahun 2015 sangat jauh lebih rendah dari pendirian 313 restoran di tahun 2014.

Tahun-tahun yang berat itu membuat ekspansi Subway menyusut menjadi 27.129 restoran di akhir tahun 2015 dari posisi paling tinggi sebanyak 44.000 restoran. Akibatnya, laba bersih Subway turun 87% menjadi US$ 1,15 juta di tahun 2015 dari US$ 9,19 juta pada 2014.

Belum lagi, Subway juga kalah saing dengan restoran Panera Bread Co yang telah mengambil pangsa pasar Subway. Belakangan ini, Subway yang telah berusia lebih dari 50 tahun berjuang untuk mengimbangi persaingan bisnis modern yang diperuntukkan kaum milenium dengan sajian makanan seperti salad qunoa dan yogurt.


Reporter Nina Dwiantika
Editor Tri Adi

PETER BUCK

Feedback   ↑ x