kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.912
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Risalah FOMC: The Fed optimistis karena UU Pajak

Kamis, 04 Januari 2018 / 07:11 WIB

Risalah FOMC: The Fed optimistis karena UU Pajak

Federal Reserve Chair Janet Yellen testifies on the U.S. economic outlook, before the Congressional Joint Economic Committee on Capitol Hill, in Washington, D.C., U.S., November 29, 2017. REUTERS/Carlos Barria

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Hasil notulensi rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) Desember yang dirilis tadi malam menunjukkan, petinggi The Federal Reserve memprediksi pemangkasan pajak korporat dan individu akan mengerek anggaran belanja dan bisnis. Meski demikian, bank sentral AS ini masih tidak yakin dampak yang diakibatkan dari undang-undang perpajakan yang baru.

Anggota FOMC menaikkan ekspektasi pertumbuhan PDB 2018 dari 2,1% menjadi 2,5%.

"Mayoritas partisipan mengindikasikan perubahan yang prospektif pada kebijakan pajak federal merupakan faktor yang dapat mendorong mereka meningkatkan proyeksi pertumbuhan PDB riil dalam beberapa tahun ke depan," demikian hasil notulensi tersebut seperti yang dikutip dari CNBC.

FOMC merupakan unit pemutus kebijakan moneter The Fed. Komite ini pada rapat tersebut memilih untuk menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1,25% hingga 1,5%. Suku bunga ini berhubungan erat dengan suku bunga kredit konsumen.

Mayoritas diskusi yang terefleksi dari hasil notulensi menunjukkan besarnya pengamatan terhadap ekonomi. Hasil kesimpulan rapat merujuk pada perbaikan yang signifikan terhadap tingkat upah seiring dengan turunnya angka pengangguran ke level 4,1%.

Notulensi tersebut juga menulis, anggaran liburan sangat kuat di sejumlah distrik. Mayoritas anggota FOMC memprediksi, pemangkasan pajak mendongkrak anggaran belanja konsumen. Sebagai tambahan, FOMC mengamati bahwa harga di pasar saham juga semakin membaik, di mana indeks S&P 500 melonjak sekitar 20%.

"Indeks harga saham yang luas naik selama periode intermeeting, yang mungkin mencerminkan persepsi sebagian investor terhadap kemungkinan kenaikan akibat perundang-undangan pajak federal dan potensi dorongan pendapatan perusahaan," demikian bunyi risalah tersebut.

Melihat kondisi secara lebih luas, dokumen tersebut mengatakan: "Aktivitas ekonomi riil tampaknya tumbuh dengan kecepatan yang solid, didukung oleh keuntungan dalam belanja konsumen dan bisnis, kondisi keuangan yang mendukung, dan ekonomi global yang membaik."

Namun, notulensi FOMC itu juga beberapa kali mencatat bahwa para anggota The Fed tetap tidak yakin mengenai seberapa banyak dorongan dalam perekonomian yang berasal dari kebijakan pajak. Misalnya, anggota FOMC "tidak yakin" tentang dampak pemotongan pajak terhadap pasokan tenaga kerja.

Ada juga kekhawatiran, seperti disampaikan dari kontak bisnis, perusahaan seperti mendapatkan rejeki nomplok dari pemotongan pajak akan menggunakannya untuk dividen dan pembelian kembali saham.

Para anggota rapat juga tetap berselisih ketika sampai pada pembahasan inflasi. The Fed telah secara konsisten tidak berhasil mencapai tingkat inflasi sebesar 2%, dan para anggota mendiskusikan panjang lebar mengenai alasan mengapa inflasi tetap rendah.

Pejabat Fed secara kolektif melihat inflasi cenderung memenuhi target dalam jangka menengah. Namun dua anggota FOMC -Neel Kashkari dan Charles Evans- memilih untuk tidak mengerek suku bunga karena mereka ingin melihat lebih banyak kemajuan pada target inflasi tersebut.

 


Sumber : CNBC
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

THE FED

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×