kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.306
  • LQ451.124,28   -7,91   -0.70%
  • SUN105,38 -0,17%
  • EMAS590.870 0,52%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Trump serang balik Merkel: Jerman buruk untuk AS

Rabu, 31 Mei 2017 / 08:53 WIB

Trump serang balik Merkel: Jerman buruk untuk AS

WASHINGTON. Untuk yang kesekian kali, Presiden Donald Trump mengkritik Jerman atas surplus perdagangan yang besar dengan Amerika Serikat, serta kontribusinya yang rendah terhadap NATO. Menurut Trump, perilaku ini 'sangat buruk' bagi Amerika Serikat.

"Kita memiliki defisit neraca perdagangan yang sangat besar dengan Jerman, plus mereka membayar jauh lebih sedikit dari yang seharusnya kepada NATO dan militer. Sangat buruk bagi AS dan ini harus berubah," demikian kata Trump melalui akun resmi twitter miliknya.

Pernyataan tersebut tentu saja membuat hubungan AS-Jerman meningkat lebih tinggi satu level.

Kanselir Jerman pada Minggu lalu mengatakan, bahwa Jerman dan Uni Eropa tidak bisa lagi bergantung pada Amerika Serikat.

"Waktu di mana kita bisa sepenuhnya bergantung pada pihak lain pada batas tertentu sudah berakhir. Ini berdasarkan pengalaman saya dalam beberapa hari terakhir. Kita warga Eropa harus menentukan nasib di tangan kita sendiri," katanya di Munich.

Citra hubungan persahabatan antara Jerman dan AS memang sedikit renggang sejak Trump menjabat sebagai presiden. Pemerintahan Trump sebelumnya mengatakan bahwa surplus perdagangan Jerman merupakan hasil manipulasi euro di negara tersebut.

Jerman membalas pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kekuatan untuk memanipulasi euro. Dan satu-satunya alasan konsumen memilih produknya adalah karena produk mereka lebih kompetitif.

Data yang dirilis Februari lalu oleh Kantor Statistik Federal Jerman menunjukkan, surplus perdagangan Jerman meningkat menjadi 252,9 miliar euro (US$ 270,05 miliar) pada 2016, melampaui level tertinggi sebelumnya sebesar 244,3 miliar euro pada tahun 2015. Jika data tersebut merupakan satu mitra dagang, Jerman akan menjadi partner kelima terbesar dalam total nilai perdagangan dengan AS. Namun surplus perdagangan Jerman merupakan yang terbesar ketiga, setelah China dan Jepang.

Sementara, kontribusi Jerman terhadap militer NATO menjadi permasalahan baru antara Berlin dan Washington. Trump berulangkali meminta aliansi NATO untuk meningkatkan lagi kontribusi mereka. Pada saat ini, hanya lima dari 28 anggota yang memenuhi target membayar setidaknya 2% dari Produk Domestik Bruto mereka untuk pertahanan.

Berdasarkan data NATO, Jerman saat ini hanya membayar 1,2% dari nilai PDB ke NATO. Sedangkan Amerika membayar 3,6%.

Pada pertemuan puncak G7 pada pekan lalu, Jerman dan anggota NATO lainnya, berjanji untuk mengajukan aksi strateginya dalam meningkatkan anggaran pertahanan. Pada saat itu, Trump mengatakan kepada aliansinya bahwa mereka sangat tidak adil kepada pembayar pajak AS.


Sumber : CNBC
Editor : Barratut Taqiyyah Rafie

Join the discussions
TERBARU
MARKET
IHSG
-19,84
6.615,49
-0.30%
 
US/IDR
13.321
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy