kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

24.000 Pekerja Asing Tinggalkan Filipina Pasca Larangan Perjudian Online


Kamis, 02 Januari 2025 / 11:05 WIB
ILUSTRASI. Sekitar 24.000 pekerja asing telah meninggalkan Filipina setelah pemerintah memberlakukan kebijakan penutupan kasino online. Foto: KONTAN/Lamgiat Siringiringo


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekitar 24.000 pekerja asing telah meninggalkan Filipina setelah pemerintah memberlakukan kebijakan penutupan kasino online yang terutama melayani pelanggan luar negeri.

Badan Imigrasi setempat melaporkan bahwa para pekerja asing yang terdampak kebijakan ini telah diminta untuk meninggalkan negara tersebut.

Latar Belakang Industri Kasino Online di Filipina

Mengutip vnexpress, pada bulan Juli, pemerintah Filipina mengeluarkan perintah untuk menutup semua operator kasino online hingga akhir tahun, menyusul kritik yang mengaitkan industri ini dengan aktivitas kriminal.

Baca Juga: Pendapatan Kasino Macau Naik 24% pada 2024, Namun Masih di Bawah Level Pra-Pandemi

Penutupan ini menjadi titik balik penting bagi industri yang sebelumnya berkembang pesat. Kasino online pertama kali mendapatkan lisensi pada tahun 2016 di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte. Mayoritas pelanggan berasal dari Tiongkok, sehingga menarik sejumlah besar pekerja asing, terutama dari Tiongkok, untuk bekerja di sektor ini.

Pusat kasino online terbesar di Filipina, Island Cove di Provinsi Cavite, resmi ditutup pada 17 Desember. Fasilitas yang memiliki luas 33 hektare ini pada puncaknya mempekerjakan hingga 30.000 orang.

Dampak Pandemi dan Peraturan Pajak

Pada masa puncaknya, terdapat hingga 300 operator kasino online di Filipina. Namun, pandemi COVID-19 dan peraturan pajak yang lebih ketat memaksa banyak operator untuk menghentikan operasi atau beralih ke pasar gelap.

Per Juli 2024, hanya 42 perusahaan yang masih memiliki lisensi resmi, yang mempekerjakan sekitar 63.000 pekerja, baik warga negara Filipina maupun asing.

Baca Juga: Xi Jinping Serukan Makau Lakukan Diversifikasi Ekonomi, Tak Lagi Bergantung Perjudian

Penutupan ini telah menyebabkan eksodus besar-besaran pekerja asing, khususnya mereka yang bekerja di fasilitas kasino. Data terbaru menunjukkan 24.000 pekerja asing telah meninggalkan negara ini.

Meski kasino online menghadapi tantangan besar, industri perjudian Filipina secara keseluruhan tetap menunjukkan pertumbuhan. Proyeksi pendapatan 2024 mencapai lebih dari 350 miliar peso ($6,03 miliar), didorong oleh pertumbuhan sektor permainan elektronik.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×