CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

5 Rudal Balistik China Mendarat di ZEE Jepang, Tokyo Protes Keras


Kamis, 04 Agustus 2022 / 21:28 WIB
5 Rudal Balistik China Mendarat di ZEE Jepang, Tokyo Protes Keras
ILUSTRASI. Rudal Balistik China Mendarat di ZEE Jepang, Tokyo Protes Keras.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Rudal balistik yang China tembakkan mendarat di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang untuk pertama kalinya, Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengatakan pada Kamis (4/8).

"Lima dari sembilan rudal balistik yang diluncurkan oleh China diyakini telah mendarat di ZEE Jepang," kata Kishi kepada wartawan, saat China mengadakan latihan militer besar-besaran di perairan sekitar Taiwan.

Jepang pun mengajukan protes kepada China melalui saluran diplomatik. "Ini masalah serius yang memengaruhi keamanan nasional kami dan keselamatan warga negara kami," tegasnya, seperti dikutip Channel News Asia.

China mengadakan salah satu latihan militer terbesarnya di sekitar Taiwan. Pertunjukan kekuatan militer ini dipicu kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada Selasa (2/8) dan Rabu (3/8) lalu.

Baca Juga: Tegang! China Tembak Rudal Balistik ke Perairan Sekitar Taiwan saat Latihan Militer

Bagian dari wilayah pulau paling selatan Jepang, Hateruma, dekat dengan Taiwan. Kishi bilang, itu adalah pertama kalinya rudal balistik China mendarat di ZEE Jepang.

Sembilan rudal yang China tembakkan merupakan penilaian pihak Jepang, Kishi menyebutkan. Tapi, lima di antaranya diyakini mendarat di barat daya Pulau Hateruma.

Jepang pada Rabu menyatakan keprihatinannya kepada China atas latihan militer tersebut. Sebab, latihan itu direncanakan akan dilakukan di wilayah maritim yang tumpang tindih dengan ZEE Jepang.

Hanya, Kishi menolak untuk mengomentari niat China mengenai latihan militer tersebut. Tapi, "Latihan militer itu sangat mengancam," ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×