kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Ada ketidakberesan, Israel minta operator tidak terbangkan pesawat kargo


Rabu, 11 Desember 2019 / 21:02 WIB
ILUSTRASI. Logo Israel Aerospace Industries (IAI) di kantor pusatnya, kawasan bandara Ben Gurion International Israel


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TEL AVIV. Israel Aerospace Industries (IAI) menyarankan para pelanggan untuk tidak menerbangkan pesawat Boeing 737 yang mereka ubah menjadi angkutan kargo.

Sebab, IAI mengatakan, telah mendeteksi "ketidakberesan" dalam proses produksi penghalang rigid yang mereka pasang di pesawat kargo Boeing 737 hasil konversinya. Sebanyak 47 pesawat di antaranya sudah mereka kirim kembali ke pelanggan.

"IAI telah merekomendasikan kepada operator pesawat agar mereka tidak mengoperasikan pesawat sampai hasil peninjauan CAAI diketahui," kata IAI dalam pernyataan resmi seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Efek perang dagang, keuntungan maskapai global menukik tajam tahun ini

IAI mengharapkan, hasil peninjauan dari Otoritas Penerbangan Sipil Israel (CAAI) atas solusi sementara yang mereka usulkan bisa keluar Rabu (11/12) malam waktu setempat.

Cuma, IAI, pemimpin pasar dalam mengubah pesawat penumpang menjadi kargo, menolak mengungkapkan, jumlah perusahaan yang mengoperasikan pesawat kargo Boeing 737 hasil konversi mereka.

Yang jelas, Qantas Airways Ltd menyatakan, sudah menghentikan pengoperasian empat pesawat kargo Boeing 737 mereka sambil menunggu panduan lebih lanjut dari IAI.




TERBARU

[X]
×