kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Ada ketidakberesan, Israel minta operator tidak terbangkan pesawat kargo


Rabu, 11 Desember 2019 / 21:02 WIB
ILUSTRASI. Logo Israel Aerospace Industries (IAI) di kantor pusatnya, kawasan bandara Ben Gurion International Israel


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

IAI mengubah empat pesawat Boeing 737-300 menjadi angkutan kargo untuk Qantas pada 2006. Maskapai asal Australia ini menerbangkan pesawat itu untuk melayani rute kargo domestik.

Menurut IAI, penghalang rigid yang mereka pasang di beberapa pesawat tidak memberikan dukungan darurat dalam keadaan luar biasa. Tapi, itu tidak memengaruhi penerbangan dalam kondisi normal.

Baca Juga: Dituduh pakai komponen cacat di 737 NG, FAA ancam denda US$ 3,9 juta kepada Boeing

"Tes IAI menunjukkan, penghalang rigid mungkin tidak memberikan dukungan sesuai rancangan untuk berfungsi dalam kondisi luar biasa seperti itu," kata perusahaan milik Pemerintah Israel ini.

"Masalah tersebut tidak memengaruhi pesawat saat terbang tetapi bisa membatasi cara keselamatan pesawat dalam penerbangan," sebut IAI.

IAI menyebutkan, pihaknya sudah menemukan solusi sementara dan menunggu lampu hijau dari CAAI. Dan sepengetahuan mereka, tidak pernah ada insiden penerbangan sehubungan dengan penghalang rigid.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×