Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya mengakhiri pencarian panjang pelatih baru Timnas Italia dengan menunjuk Roberto Mancini sebagai pengganti Gennaro Gattuso.
Sejumlah nama besar sempat masuk radar FIGC, mulai dari Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, hingga Andrea Pirlo.
Satu per satu kandidat gagal didatangkan karena berbagai alasan, bahkan proses tersebut berujung pada mundurnya legenda AC Milan, Paolo Maldini, dari jabatan direktur teknik.
Berawal dari Kegagalan Italia ke Piala Dunia
Kisruh bermula setelah Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Di bawah asuhan Gennaro Gattuso, Gli Azzurri kalah kandang dan tandang dari Norwegia pada babak kualifikasi sehingga harus berjuang melalui jalur playoff.
Italia sempat mengalahkan Irlandia Utara di semifinal playoff, tetapi langkah mereka terhenti setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina usai bermain imbang 1-1.
Kegagalan itu membuat Italia dipastikan absen di putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Tak lama berselang, Gattuso memilih mengundurkan diri.
Paolo Maldini kemudian ditunjuk sebagai direktur teknik pada 12 Juli untuk memimpin proses pencarian tersebut. Ia didampingi mantan pemain Brasil, Leonardo, sebagai penasihat khusus.
Baca Juga: Mengenal FIFA Forward Enterprise, Anak Usaha Baru FIFA Bernilai US$20 Miliar
Guardiola hingga Pirlo Sama-sama Gagal
Target pertama FIGC dalah Pep Guardiola yang baru meninggalkan Manchester City. Namun, pelatih asal Spanyol itu memilih tetap menjalankan rencananya beristirahat dari dunia sepak bola.
Setelah gagal mendapatkan Guardiola, FIGC beralih kepada Carlo Ancelotti. Pelatih veteran asal Italia itu juga tidak bersedia menerima tawaran karena belum ingin kembali menangani tim nasional setelah masa jabatannya bersama Brasil.
Radar kemudian mengarah kepada Andrea Pirlo. Mengutip Sporting News, Maldini dan Leonardo bahkan telah menyiapkan mantan gelandang AC Milan dan Juventus itu sebagai pelatih baru Timnas Italia.
Namun, rencana tersebut kandas setelah muncul penolakan terhadap kerja sama komersial Pirlo dengan perusahaan judi asal Rusia, Fonbet. FIGC akhirnya membatalkan proses penunjukan tersebut.
Pirlo kemudian memberikan klarifikasi melalui Instagram. Ia menegaskan bahwa kerja sama komersial itu tidak bisa diartikan sebagai dukungan terhadap rezim Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga: UEFA Murka FIFA Jual Saham Piala Dunia, Apa yang Sebenarnya Diperdebatkan?
Maldini Mundur, Ranieri Masuk
Hanya 16 hari setelah ditunjuk memimpin proyek tersebut, Paolo Maldini dan Leonardo memutuskan mengundurkan diri dari jabatan masing-masing.
Presiden FIGC Giovanni Malago mengatakan keputusan itu diambil secara baik-baik karena kedua belah pihak memiliki pandangan berbeda mengenai sosok yang tepat untuk menangani Timnas Italia.
Ia menambahkan bahwa dirinya membutuhkan sosok yang memiliki visi yang sama mengenai masa depan Timnas Italia.
Setelah ditinggalkan Maldini, FIGC menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik yang baru untuk melanjutkan proses pencarian pelatih.
Mancini Akhiri Drama
FIGC akhirnya menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih kepala Timnas Italia pada 28 Juli. Ia menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga berakhirnya Piala Dunia 2030.
Sebelumnya, ia menangani Italia pada 2018 hingga 2023 dan sukses mempersembahkan gelar Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris melalui adu penalti di final.
Meski sempat gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2022 sebelum mengundurkan diri pada 2023, FIGC tetap menilai Mancini sebagai sosok paling tepat untuk memulai babak baru sepak bola Italia.
Mancini menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan negara juara dunia empat kali tersebut setelah tiga kali berturut-turut gagal tampil di putaran final Piala Dunia.
Baca Juga: Surat Gianni Infantino untuk Argentina Bocor, Perkuat Tudingan FIFA Tak Netral














