Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Ferrari dikabarkan telah mencapai target penjualan tahunan untuk mobil listrik pertamanya, Luce, hanya dalam waktu kurang dari dua bulan sejak peluncurannya. Tingginya permintaan dari pasar China menjadi pendorong utama capaian tersebut.
Mengutip laporan Financial Times pada Rabu (29/7/2026), Ferrari semula menargetkan penjualan hampir 500 unit Luce sepanjang 2026.
Baca Juga: Militer Arab Saudi dan Amerika Serang Markas Milisi Irak, Iran Murka
Namun, kuota tersebut disebut telah habis terjual dalam waktu kurang dari dua bulan setelah mobil itu diluncurkan pada 25 Mei lalu.
Juru bicara Ferrari menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Sebelumnya, Ferrari menyatakan akan menyampaikan perkembangan penerimaan pasar terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pertamanya itu saat memaparkan kinerja semester pertama perusahaan pada Kamis.
Ferrari Luce dibanderol sekitar 550.000 euro (setara US$626.285) per unit. Mobil ini mengusung konsep sedan keluarga dengan empat pintu dan kapasitas lima penumpang.
Meski mencatat permintaan yang kuat, Luce menuai beragam kritik terkait desainnya yang dinilai tidak lazim dan memicu perdebatan di kalangan penggemar otomotif. Desain mobil tersebut merupakan hasil karya mantan desainer Apple, Jony Ive dan Marc Newson.
Baca Juga: Yield US Treasury Naik usai Harga Minyak Melonjak, Pasar Menanti Keputusan The Fed
Bulan lalu, seorang eksekutif senior Ferrari mengatakan tampilan Luce yang tidak konvensional sebagian besar merupakan konsekuensi dari kebutuhan aerodinamika kendaraan. Menurutnya, desain tersebut membutuhkan waktu agar dapat diterima dan dipahami oleh pasar.
Keberhasilan Ferrari memenuhi target penjualan awal Luce menjadi sinyal positif bagi strategi elektrifikasi perusahaan, terutama di tengah meningkatnya permintaan kendaraan listrik premium di pasar global, khususnya China.














