kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ahli hukum: Gugatan Trump tak akan mengubah hasil pemilihan AS


Jumat, 06 November 2020 / 11:24 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump meminta pengacaranya untuk menggugat hasil perhitungan suara di sejumlah negara bagian. REUTERS/Mike Blake


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WILMINGTON. Presiden AS Donald Trump meminta pengacaranya untuk menggugat hasil perhitungan suara di sejumlah negara bagian. Akan tetapi, para ahli hukum mengatakan, gugatannya itu tak akan mengubah hasil yang sudah ada.

Melansir Reuters, ketika jalan Trump menuju kemenangan menyempit, tim kampanyenya pada hari Kamis meningkatkan gugatan hukum dan mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan gugatan kasus terbaru di Nevada.

Sebelumnya, pada hari Rabu, tim kampanye Trump menggugat perhitungan suara di Michigan, Pennsylvania, dan Georgia.

Reuters memberitakan, para ahli mengatakan proses pengadilan itu berfungsi untuk menunda penghitungan suara dan menunda media besar untuk menyatakan Biden sebagai pemenang, yang akan memiliki implikasi politik yang mengerikan bagi Trump.

Baca Juga: Biden unggul, Trump pasang mode tempur

"Manuver hukum saat ini merupakan cara tim kampanye Trump untuk mencoba memperpanjang permainan bola dengan harapan jangka panjang bahwa beberapa anomali serius akan muncul," kata Robert Yablon, seorang profesor di Fakultas Hukum Universitas Wisconsin-Madison. “Sampai sekarang, kami belum melihat indikasi penyimpangan sistematis dalam penghitungan suara.”

Manajer tim kampanye Trump Bill Stepien mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa tuntutan hukum tersebut bertujuan untuk memastikan suara sah dihitung.

"Tuntutan hukum itu tidak ada gunanya," kata Bob Bauer, yang merupakan bagian dari tim hukum Biden. “Maksud dari aksi mereka untuk memberikan tim kampanye Trump kesempatan untuk menyatakan penghitungan suara harus dihentikan. Hal itu tidak akan berhenti.”

Baca Juga: Biden semakin mendekati kemenangan, Trump ajukan gugatan hukum

Menurut para ahli, pada akhirnya, agar tuntutan hukum berdampak, persaingan harus bergantung pada hasil dari satu atau dua negara bagian yang dipisahkan oleh beberapa ribu suara.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×