kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Air laut di dekat pembangkit Fukushima tercemar radioaktif beracun


Rabu, 30 Maret 2011 / 13:42 WIB
ILUSTRASI. Siswa sekolah menengah atas yang mengenakan masker terlihat di dalam ruang kelas pada hari pertama mereka kembali ke sekolah setelah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 6 Mei 2020.


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

TOKYO. Badan Keselamatan Nuklir kemarin menemukan fakta bahwa air laut di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Dai-Ichi terkontaminasi radiasi beracun.

Yodium radio aktif di dalam air laut yang diteliti naik menjadi 3.355 kali di atas batas aman. Pada pagi hari angka yodium radio aktif masih 2.572 kali.

Sementara itu, para pekerja terus berusaha menyuntikkan air ke dalam reaktor nuklir yang rusak selama dua minggu terakhir ini. Para ahli telah berusaha memperbaiki sistem yang rusak. Namun, pekerjaan mereka terhambat setelah ada penemuan radio aktif berbahaya di dalam dan dekat reaktor.

Beberapa langkah antisipasi telah disampaikan untuk mengurangi dampak radiasi terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Salah satunya yang dipertimbangkan adalah dengan menggunakan kain khusus untuk menutup tiga reaktor di pembangkit Dai-Ichi agar radiasi beracun tidak menyebar ke udara.

"Tapi kami belum sampai pada kesimpulan untuk jenis sarana yang mungkin akan efektif," kata Kepala Kabinet Jepang Yukio Edano.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×