kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Air laut di dekat pembangkit Fukushima tercemar radioaktif beracun


Rabu, 30 Maret 2011 / 13:42 WIB
ILUSTRASI. Siswa sekolah menengah atas yang mengenakan masker terlihat di dalam ruang kelas pada hari pertama mereka kembali ke sekolah setelah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 6 Mei 2020.


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

TOKYO. Badan Keselamatan Nuklir kemarin menemukan fakta bahwa air laut di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Dai-Ichi terkontaminasi radiasi beracun.

Yodium radio aktif di dalam air laut yang diteliti naik menjadi 3.355 kali di atas batas aman. Pada pagi hari angka yodium radio aktif masih 2.572 kali.

Sementara itu, para pekerja terus berusaha menyuntikkan air ke dalam reaktor nuklir yang rusak selama dua minggu terakhir ini. Para ahli telah berusaha memperbaiki sistem yang rusak. Namun, pekerjaan mereka terhambat setelah ada penemuan radio aktif berbahaya di dalam dan dekat reaktor.

Beberapa langkah antisipasi telah disampaikan untuk mengurangi dampak radiasi terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Salah satunya yang dipertimbangkan adalah dengan menggunakan kain khusus untuk menutup tiga reaktor di pembangkit Dai-Ichi agar radiasi beracun tidak menyebar ke udara.

"Tapi kami belum sampai pada kesimpulan untuk jenis sarana yang mungkin akan efektif," kata Kepala Kabinet Jepang Yukio Edano.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×