kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

AirAsia X Bidik Restrukturisasi Utang US$ 600 Juta, Siapkan Konsolidasi Maskapai


Kamis, 22 Januari 2026 / 18:00 WIB
AirAsia X Bidik Restrukturisasi Utang US$ 600 Juta, Siapkan Konsolidasi Maskapai
ILUSTRASI. Pesawat AirAsia (Dok/AirAsia)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Maskapai berbiaya murah asal Malaysia, AirAsia X, menyiapkan langkah besar-besaran untuk merapikan struktur keuangannya. Perusahaan ini membidik restrukturisasi utang senilai US$ 500 juta hingga US$ 600 juta, menyusul akuisisi bisnis penerbangan jarak pendek milik Capital A.

Reuters (22/1) melaporkan, Wakil CEO Grup AirAsia X Farouk Kamal mengatakan, restrukturisasi tersebut akan ditempuh melalui berbagai skema pembiayaan ulang (refinancing), mulai dari memperpanjang tenor pinjaman, menekan beban bunga, hingga menyederhanakan seluruh instrumen utang menjadi hanya satu atau dua fasilitas pinjaman.

Langkah ini berjalan seiring dengan rencana konsolidasi seluruh bisnis penerbangan bermerek AirAsia ke dalam satu entitas di bawah AirAsia X. Saat ini, terdapat tujuh maskapai yang akan dilebur dalam satu payung usaha.

Manajemen menilai konsolidasi ini akan membuat operasional lebih efisien dan menekan biaya, sementara induk usaha Capital A bisa lebih fokus memulihkan kondisi keuangannya. Sebelumnya, Capital A sempat diklasifikasikan sebagai perusahaan bermasalah secara finansial oleh Bursa Malaysia akibat terpukul pandemi.

Dari sisi ekspansi, AirAsia X mulai kembali mengincar rute jarak jauh. Maskapai ini menargetkan pembukaan kembali penerbangan ke London paling cepat pertengahan tahun ini, lebih dari satu dekade setelah terakhir kali melayani rute tersebut. Pada November lalu, AirAsia X juga telah membuka rute ke Istanbul.

Selain itu, perusahaan berencana membangun hub baru di Bahrain guna memperkuat konektivitas ke Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa, hingga Afrika.

Baca Juga: Air Asia Disebut Tengah Bernegosiasi untuk Mengakusisi Maskapai Vietnam, Vietravel

Untuk mendukung ekspansi, AirAsia X tahun ini akan menerima empat pesawat Airbus A321LR. Secara total, grup ini saat ini mengoperasikan armada sebanyak 255 pesawat. Pada Juli lalu, AirAsia X juga memesan 50 unit A321XLR dan memiliki hak untuk mengonversi 20 pesanan lama menjadi tipe tersebut. Manajemen bahkan masih membuka opsi pemesanan tambahan hingga 150 pesawat ke depan.

Dari sisi kinerja keuangan, setelah konsolidasi, AirAsia X menargetkan pendapatan jangka pendek mendekati US$ 6 miliar, dengan margin EBITDA sekitar 20% dan tingkat keterisian penumpang di atas 80%.

Direktur Keuangan AirAsia X, Low Kar Chuan, menambahkan perusahaan juga menargetkan melunasi seluruh pinjaman bank yang dikucurkan selama pandemi Covid-19 dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Strategi ini menegaskan bahwa AirAsia X tidak hanya fokus pada ekspansi rute dan armada, tetapi juga tengah berpacu memperbaiki fondasi keuangan setelah terpukul krisis pandemi.

Baca Juga: Cegah Gangguan Imbas Aktivitas Militer, FAA Rilis Peringatan Terbang di Amerika Latin

Selanjutnya: Asuransi Digital Bersama (YOII) Siap Rights Issue, Terbitkan 684,9 Juta Saham Baru

Menarik Dibaca: 5 Teh Alami yang Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi Anda, Mau Coba?


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×